Mama-mama Papua Dapat Berjualan di Pasar Lama Hingga Ada Keputusan Bupati Mimika

Kamis, 20 Jun 2019 14:47 WIT
Memawakili pendemo, Tersila Wamnang saat membacakan pernyataan sikap. (Foto: Hadija/SP)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika menanggapi aspirasi pendemo dari mama-mama Papua dari Suku Amungme dan Kamoro, serta 5 suku kekerabatan saat menggelar unjukrasa di kantor pusat pemerintahan, Kamis (20/6).

Kepala Satpol PP Wilem Naa mengatakan, pihaknya akan membahas hal ini dengan menggelar rapat bersama Bupati Mimika Eltinus Omaleng dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dan TNI-Polri. 

Apabila nantinya para pedagang ini disediakan tempat khusus, maka tidak ada lagi aktivitas disepanjang pinggiran Jalan Bhayangkara dan Bogenvile. Sebab, pasar lama akan ditata untuk pusat Kota Timika. 

"Kita akan menunggu kedatangan bupati tanggal 10 Juli nanti untuk nantinya kita adakan rapat gabungan," tutur Willem kepada pendemo.

Sementara, Sekretaris Disperindang Inocentius Yoga Pribadi mengatakan, Pemkab akan berusaha menyediakan tempat yang layak untuk para pedagang pasar lama. 

Selain itu, pasar sentral akan segera ditata ulang, serta memungkinkan menyediakan transportasi khusus bagi para pedagang asli Papua yang selama ini berjualan di pasar lama. 

"Pasar sentral juga akan secepatnya di bersihkan dan ditata ulang. Untuk pedagang yang memegang hingga 2 sampai 3 Los juga akan di atur. Serta mungkin pemerintah juga akan memfokuskan untuk penyediaan transportasi bagi mereka sebab ongkos inilah yang menjadi masalah bagi mereka," ungkapnya.

Sembari menunggu keputusan rapat bersama dengan bupati pada 10 Juli mendatang, maka mama-mama Papua ini dapat kembali berjualan di pasar lama.

"Mama-mama Papua yang tetap  berjualan di pasar lama akan melanjutkan aktivitasnya berjualan di pasar lama sampai rapat itu gigelar dan menemukan hasil akhir untuk masalah tersebut," ujarnya. 

Kapolsek Mimika Baru AKP Ida P. Wayramra pun meminta para pedagang ini untuk bersabar sambil menunggu keputusan hasil rapat bersama. 

"Bapak bupati pasti tidak akan mengabaikan mama-mama Papua, beliau memiliki hati yang besar karena tidak mau melihat mama-mama berjualan di jalanan kena hujan dan panas," kata Ida.

Memwakili pendemo, Tersila Wamnang berharap Pemkab Mimika menyediakan pasar khusus bagi mereka dan tidak ada pedagang non Papua didalamnya.

Selain itu, Pemkab juga harus menyediakan transportasi apabila harus direlokasi ke pasar sentral, karena biaya ongkos ojek pulang pergi  lebih mahal dari pendapatan mereka perhari. 

"Kami tekankan lagi bahwa jika nantinya rapat tersebut diadakan dengan bapak bupati kami harap agar pernyataan sikap kami ini mendapat tanggapan positif dari bapak bupati," katanya. (Cr-2/SP)

Kategori:
Bagikan