Siswa Non-Papua Calon Penerima Beasiswa Otsus Sudah Diganti

Kamis, 20 Jun 2019 18:56 WIT
Wilhelmus Pigai ketika bertemu Sekretaris Biro Otsus Papua, Kamis (20/6). (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Biro Otonomi Khusus (Otsus) Setda Provinsi Papua telah mengklarifikasi beberapa nama siswa non Papua calon penerima beasiswa Otsus asal Kabupaten Mimika.

Koreksi daftar siswa calon penerima beasiswa program 'siswa unggul Papua' 2019 yang dibiayai dana Otsus, setelah dikritik keras tokoh masyarakat Mimika Wilhelmus Pigai pada Selasa (18/6).

Wilhelmus pun telah mendapat penjelasan terkait adanya kekeliruan calon penerima beasiswa study luar negeri tersebut, dari Sekretaris Biro Otsus Papua, di Kompleks Kantor Gubernur Papua, Kamis (20/6). 

"Saya sudah bertemu dengan Sekretaris Biro Otsus Papua, Ibu Renyaan. Ini tindak lanjut dari kritikan saya kemarin," kata Wilhelmus kepada Seputarpapua, Kamis. 

Biro Otsus Papua, kata Wilhelmus, telah melakukan perbaikan terhadap adanya kesalahan pengetikan nama ganda, dan juga meminta sekolah di Mimika segera mengganti siswa non Papua yang masuk dalam daftar penerima beasiswa Otsus.

"Mereka memperlihatkan surat yang dikirim ke sekolah asal untuk diganti. Intinya mereka sampaikan terima kasih karena sudah diingatkan," ujar Wilhelmus.

Sebelumnya, Wilhelmus diantaranya menyoroti salah satu siswa  calon penerima beasiswa Otsus bermarga Kopong, non Papua, asal SMA Negeri I Mimika di Timika. 

Siswa bersangkutan masuk dalam daftar nama 90 calon penerima beasiswa tahap pertama yang dinyatakan lulus tes. 

Padahal, menurut Wilhelmus, beasiswa Otsus hanya diperuntukkan bagi siswa Orang Asli Papua (OAP), berdasarkan garis keturunan yang menganut sistem patrilineal, alur keturunan berasal dari pihak ayah. 

"Gubernur Lukas Enembe menegaskan program ini khusus untuk OAP. Tidak ada disebutkan non Papua. Yang penting dia menganut sistem patrilineal, bermarga Papua," katanya.

Ia menegaskan, seleksi penerimaan beasiswa Otsus melalui program 'siswa unggul Papua ini dilakukan secara terbuka agar seluruh suku dari 29 kabupaten/kota di Papua mendapat kesempatan yang sama.

"Seleksi tidak seperti dulu lagi, dilakukan tertutup. Di masa kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe-Klemen Tinal saat ini sudah digelar secara terbuka," kata Wilhelmus. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan