Sejumlah Kabupaten di Papua Belum Laksanakan Tes Seleksi CPNS

Minggu, 23 Jun 2019 16:21 WIT
Kepala BKN Pusat, Bima Haria Wibisana (pakai topi) saat meninjau tempat pelaksanaan Tes CPNS di Timika. (Foto: Hadija/SP)

TIMIKA | Sejumlah kabupaten di Provinsi Papua belum melaksanakan tes masuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2018. Hal ini disebabkan infrastruktur berupa internet yang belum memadai. 


Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Bima Haria Wibisana mengatakan, jangankan melaksanakan tes, mengumumkan lolos seleksi berkas saja hingga saat ini masih ada kabupaten yang belum. 


"Saya kemaren dari Deiyai, disana untuk penggunaan Whatsapp saja tidak bisa karena jaringannya tidak ada, dan juga di Nabire, disana bisa memakai whatsapp tetapi sangat lambat," ungkap Bima kepada wartawan di Timika, Minggu (23/6). 


Ia menjelaskan, seharusnya masing-masing peserta mendaftarkan dirinya sendiri sehingga betul-betul yakin bahwa ia telah terdaftar dan tidak melalui perwakilan. 


"Tapi karena di beberapa kabupaten jaringan internetnya kurang bagus sehingga kita bolehkan untuk diinput oleh panitianya dalam hal ini BKD setempat. Sistim seleksinya akan dilakukan dengan cara Local Area Network (LAN)," jelasnya. 


Hal itu dijelaskan Bima, untuk menjamin tidak terjadinya gangguan jika sekiranya internet tidak mendukung.


Bima menambahkan, yang menyusun soal tes seleksi CPNS ini adalah 19 Consersium Perguruan Tinggi Negeri kemudian dienkripsi oleh Badan Cyber dan Sandi Negara dengan kekuatan sandi yang sekelas istana. 


"Jadi jika ada yang mengatakan bahwa dia bisa masuk (situsnya), itu bohong," ungkap Bima. 


Bima juga menjelaskan bahwa masing-masing peserta tes memiliki soal yang berbeda-beda, tidak ada satupun yang sama. 


"Sehingga ia tidak bisa menyontek dari sesama temannya, tetapi tingkat kesulitannya sama itulah yang membuatnya menjadi lebih akuntabel. tingkat kesulitan sama soalnya beda-beda sehingga tidak akan mungkin bocor soalnya," jelas Bima


Terkait penilaiannya dijelaskan Bima, bahwa itu tetap menggunakan passing Grade dengan sistem perengkingan. 


"Jadi yang paling tinggi nilainya itu yang akan masuk, karena untuk Jakarta jika tidak masuk passing grade namanya langsung hilang, tetapi di Papua ini tidak karena jika begitu yang tidak lolos passing gradenya berarti formasinya akan kosong," jelasnya. (Cr-2/SP)

Kategori:
Bagikan