IWO Laporkan Kapolres Way Kanan ke Propam Polda Lampung

IWO Laporkan Kapolres Way Kanan ke Propam Polda Lampung

LAMPUNG | Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Lampung Wawan Sumarwan melaporkan Kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul Kurniawan ke  Propam Polda Lampung, setelah diduga menghina wartawan dan masyarakat Lampung.

Wawan Sumarwan didampingi Ketua Umum IWO Jodhi Yudono, Sekretaris Jenderal (Sekjend) IWO Witanto dan puluhan pengurus IWO Provinsi Lampung, mendatangi Mapolda Lampung di Jalan WR Supratman, Senin (28/8/17).

Wawan yang baru saja dilantik menjadi Ketua IWO Provinsi Lampung menunjukan bukti laporan nomor STPL/B-41/VIII/2017/Yanduan, kepada puluhan wartawan yang menunggu di Mapolda Lampung.

“Hari ini kita resmi melaporkan Kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul,” kata Wawan di Mapolda Lampung, Senin.

Wawan mengatakan, laporan tersebut dilayangkan tidak hanya karena dirinya sebagai wartawan, namun juga sebagai warga Lampung yang tersingguung atas ucapan Kapolres mennyebut “warga Lampung kayak cacingan”.

“Tidak pantas seorang Kapolres bicara seperti itu. Ada rekaman dia ngomong apa. Tidak pantas saya ulang karena menyakitkan hati dan menyinggung SARA,” ujar Wawan.

Dia berharap, masalah ini menjadi pembelajaran bagi semuanya agar jangan sembarangan mengeluarkan kata-kata. Apalagi sebagai pejabat publik. 

Pernyataan yang menghina wartawan, media dan warga Lampung tersebut disampaikan Budi Asrul di hadapan dua wartawan dari Radar TV (Grup Radar Lampung) Dedy Tornando dan Dina Firasta wartawan Tabikpun.com.

“Sama kayak polisi kalau satu jelek semua ikut jelek. Sama kayak lo wartawan yang satu jelek semua jelek.  Sama aja wartawan di dunia kecuali lo kerja di dinas pertamanan. Siapa yang butuh wartawan? Gua gak butuh,” ujar AKBP Budi.

Tidak sampai disitu, AKBP Budi terus melancarkan hinaan terutama kepada media cetak hingga warga Lampung ikut dibawa-bawa dengan menyebutnya ‘cacingan’ mana mungkin baca koran.

“Yang baca koran hari ini siapa, apalagi orang Lampung kayak cacingan gitu siapa yang baca koran. Lu bangun tidur bacanya apa, WA kan? mana baca koran? mana koran itu sudah tutup semua kok,” sebutnya.

Belum puas, Budi pun terus melanjutkan omelannya kepada wartawan. Kali ini Budi kembali menghina media berita di televisi. Katanya berita tidak penting, warga lebih memilih nonton HBO dan video bokep.

“Yang nonton TV banyak sekarang? orang itu pada nonton HBO, bokep, ngapain nonton berita? ya nggak?” ujar Budi selonoh.

AKBP Budi Asrul Kurniawan lalu menantang para wartawan. “Kasih tahu sama wartawan lain, mau serang? seranglah, gua tunggu mereka di sini.” tandas Budi.

Penghinaan yang dilontarkan AKBP Budi itu terjadi saat penertiban massa pro dan kontra batubara yang hampir terlibat chaos di Kampung Negeribaru, Blambanganumpu, Way Kanan, Minggu (27/8/17) .

Pada saat bersamaan, dua orang wartawan elektronik bermaksud mengabadikan peristiwa tersebut dengan kamera dan perekam mereka.

Melihat itu, Budi langsung melarang awak media melaksanakan tugasnya meliput peristiwa tersebut. Dia beralasan trauma dengan kejadian di Tulungbuyut, Gununglabuhan.

Dimana saat itu rekaman Budi yang tengah berbicara di depan khalayak umum diunggah ke media sosial. Unggahan itupun mendapat beragam tanggapan dari netizen. Lantas Budi tidak senang.

Bahkan Budi sempat menyebut wartawan seperti kotoran. Awak media yang mendengar ujaran brutal itu tentu tidak terima. (IWO/rum/SP)

Tanggapi Berita ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.