Pemkab Asmat 'Dorong" ASN Ikut PIM

Senin, 24 Jun 2019 16:22 WIT
Sekertaris BPKSDM Kabupaten Asmat Herman Rante

ASMAT | Pemerintah Kabupaten Asmat mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti diklat Pelatihan Kepemimpinan (PIM) yang terbagi dalam PIM IV, III dan II. 

Hal itu dikatakan Sekertaris Badan Kepegawain dan Pengembangan Sumber Daya Mansuai (BKPSDM) Kabupaten Asmat Herman Rante, Senin (24/6).

"Mengikuti diklat PIM merupakan bagian untuk meningkatkan SDM ASN," katanya. 

BKPSDM Asmat telah bekerjasama dengan beberapa badan diklat, salah satunya Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Manajemen Pemerintah Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (P3KMP LAN-RI) Makassar.

Di tahun 2019, Pemkab Asmat mengutus 5 ASN mengikuti diklat PIM di P3KMP LAN-RI Makassar. 

5 ASN ini terbagi dalam 2 angkatan yaitu, angkatan XX sebanyak 3 orang dan angkatan XXI  2 orang.

Sekertaris BPKSDM Kabupaten Asmat Herman Rante, salah satunya yang ikut dalam diklat PIM III. 

Dikatakan Herman, selama mengikuti pelatihan, mereka mendapatkan segudang keilmuan dan penguatan yang akan dijadikan sebagai bahan untuk pengembangan SDM di Kabupaten Asmat.

Bahkan, salah satu syarat meyelesaikan diklat PIM III yang diikutinya harus membuat satu makalah.

Ia kemudian membuat makalah berjudul proyek perubahan yaitu, Penguatan Mahasiwa Tugas Belajar Dengan Pakta Integritas.

Judul yang dimaksudkan itu sebagai suatu inovasi untuk menertibkan para ASN Asmat agar menjalankan tugas belajar yang telah di biayayi oleh Pemerintah Kabupaten Asmat dengan benar dan maksimal.

Baik itu kepada ASN yang melanjutkan studi strata satu (S1), strata dua (S2), strata tiga (S3) serta  pendidikan profesi dan dokter spesialis.

"Dalam proyek perubahan judulnya difokuskan pada pembuatan juknis atau  SOP tentang petunjuk bagi para peserta tugas belajar, agar di ingatkan secara tertulis untuk memenuhi penugasan belajar tersebut," jelasnya. 

Untuk itu, setiap mahasiswa tugas belajar akan mendatangani pakta integritas guna membuat perjanjian dengan Pemkab Asmat. 

Hal ini dilakukan agar mendisiplinkan para mahasiwa tugas belajar agar meningkatkan ketaatan untuk mengikuti proses perkuliahan sampai akhir studi.

Dengan demikian, jika tidak menyelesaikan studinya maka akan dikenakan sanksi  pengembalian seluruh biayaya yang dikeluarkan oleh Pemkab Asmat selama mengikuti proses tugas belajar yang berlangsung.

“Tugas proyek perubahan ini nantinya akan di sosialisasikan kepada seluruh ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Asmat agar lebih megetahui tata aturan tugas belajar ASN Kabupaten Asmat,” ujarnya. (HA/SP)

Kategori:
Bagikan