Kemen PUPR Sebut Pembangunan Empat Arena PON XX di Papua Lebih Cepat

Selasa, 25 Jun 2019 14:12 WIT
MSC

JAKARTA | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan bahwa empat venue atau arena Pekan Olahraga Nasional XX/2020 di Papua  yang sedang dibangun Ditjen Cipta Karya mengalami kemajuan pembangunan konstruksi yang lebih cepat dari rencana.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana dan Permukiman Wilayah II Provinsi Papua Anggoro Putro dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, (25/6) mengatakan, progres pembangunan Arena Aquatic yang telah dimulai sejak Desember 2018, hingga 21 Juni 2019 telah mencapai 16,4 persen, yang berarti lebih cepat dari rencana sebesar 13,8 persen.

Selain Arena Aquatic, arena lain yang sedang dibangun Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya adalah Istora Papua Bangkit, arena Cricket dan Lapangan Hockey (indoor dan outdoor).

Kementerian PUPR telah menganggarkan total Rp936,8 miliar dalam pembangunan empat arena olahraga untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua tahun 2020.

Untuk Arena Aquatic ditargetkan selesai pada Juli tahun 2020. Biayanya dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp389,6 miliar yang dibagi dalam tiga kontrak, yakni pekerjaan konstruksi sebesar Rp381 miliar, konsultan manajemen konstruksi sebesar Rp6,7 miliar, dan pengawasan berkala sebesar Rp1,8 miliar.

Saat ini pembangunannya sudah tahap pengerjaan kolam selam, pembesian pile cap, bekisting balancing tank, dan pabrikasi kolom area tribun. Nantinya Area Aquatic akan dilengkapi dengan fasilitas pool yang sesuai dengan standar Federasi Renang Internasional (FINA) yang merupakan induk organisasi internasional olahraga renang.

 

Kemudian, pembangunan Istora Papua Bangkit telah dimulai November 2018, saat ini progresnya mencapai 25,3 persen atau lebih cepat dari rencana 23,4 persen. Pengerjaannya masuk tahap pengecoran lantai kerja dan pembesian tie beam.

Kontrak pekerjaan konstruksi dikerjakan PT PP (Persero) dengan biaya sebesar Rp257,5 miliar, konsultan manajemen sebesar Rp4,8 miliar, dan pengawasan berkala sebesar Rp1,4 miliar. Total anggarannya sebesar Rp 263,8 miliar dan ditargetkan selesai Juni tahun 2020.

Selanjutnya, pembangunan arena Cricket dan lapangan Hockey (Indoor dan Outdoor) telah mencapai 13 persen atau lebih cepat dari rencana 9,2 persen. Saat ini tengah dikerjakan pengecoran pile cap arena Cricket, pengecoran borepile Hockey Indoor, pengecoran kolom beton Hockey Outdoor, dan bekisting.

Biaya pembangunannya sebesar Rp283,4 miliar yang dibagi tiga kontrak, yakni konstruksi sebesar Rp277 miliar, konsultan manajemen Rp4,9 miliar dan pengawasan berkala sebesar Rp1,5 miliar. Pembangunan venue Cricket dan Hockey mulai dilaksanakan sejak Desember 2018 dan ditargetkan selesai pada Juni 2020.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terus mendorong percepatan penyelesaian pembangunan venue olahraga dalam mendukung PON XX di Papua yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober - 2 November 2020.

"Pembangunan infrastruktur dalam rangka mendukung PON XX 2020 di Papua, harus diperhatikan secara detail mulai dari tahap desain, tahap pembangunan hingga tahap pengawasannya," kata Menteri Basuki. (Antara/Batt/SP)

Kategori:
Bagikan
Berita terkait

Olah Raga

PON XX Papua