Dituntut 2 Tahun Penjara, Vonis Terdakwa Kasus Amunisi di Timika Ditunda

Rabu, 26 Jun 2019 15:53 WIT
Terdakwa Sammy dan Kuasa Hukum-nya Ruben Hohakay. (Foto: Dok/SP)

TIMIKA | Sidang putusan terhadap terdakwa kasus perdagangan amunisi ilegal, Sammy Saptenno alias Sem alias Bapak Yahuda ditunda dua pekan, hingga Senin 10 Juli 2019. 

Hakim tunggal Fransiscus Y. Babtista di ruang sidang PN Kota Timika, Rabu (26/6), menyatakan vonis terdakwa harus ditunda untuk menyusun salinan putusan, lantaran banyaknya perkara yang ditanganinya sendirian. 

"Kita tunda putusan dua minggu ke depan. Saat ini cukup banyak perkara, sementara hakim yang (sebelumnya menangani) saya sendirian," kata Hakim Fransiscus. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Mimika Joice E. Mariai mengatakan, pihaknya telah menuntut Sammy Saptenno alias Sem dua tahun penjara pada sidang tuntutan, Rabu (19/6) pekan lalu.

 "Kami tuntut dua tahun penjara, sesuai Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat RI No 12 tahun 1951," kata Jaksa Joice, yang juga Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Mimika. 

Terdakwa Sammy, kata Joice, merupakan hasil pengembangan dari tiga terdakwa yang sudah divonis penjara sebelumnya, yakni Titus Kwalik, Polce Tsugumol, dan Julianus Dekme.

"Jadi mereka (ketiga terpidana) ini beli amunisi dari Sammy, sedangkan Sammy dapat amunusi dari oknum anggota TNI (berinisial RK) yang sekarang diproses terpisah oleh Sub Den POM Timika," ungkap Joice.

Untuk diketahui, terdakwa Sammy mengaku mendapatkan ratusan butir amunisi dari oknum anggota TNI berinisial RK, yang tak lain adalah teman dekatnya. 

Dari serangkaian transaksi, total 160 butir amunisi telah dijual oleh terdakwa Sammy dengan total seharga Rp16 juta kepada Titus Kwalik, dimana 1 butir amunisi dijual Rp100 ribu.

Transaksi jual-beli amunisi tersebut mereka lakukan di kawasan Kampung Limau Asri, SP 5, Distrik Iwaka, Mimika, pada sekitar Februari 2019.

Adapun amunisi yang diperjual belikan antaralain jenis kaliber 5,56 mm, 7,62 mm dan 3,8 mm. 

Amunisi kaliber 5,56 mm biasa digunakan untuk senjata jenis SS1 dan AK 47 Rusia, kaliber 7,62 mm digunakan untuk senjata jenis SKS dan AK 47, sedangkan kaliber 3,8 untuk senjata laras pendek jenis Revolver.

Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf Pio L. Nainggolan membenarkan oknum anggotanya tersebut kini telah ditahan dan menjalani proses hukum di Sub Den POM Timika untuk diajukan ke peradilan militer. 

"Sudah ditahan di POM," kata Letkol Pio Nainggolan singkat ketika dikonfirmasi Seputar Papua, pekan lalu. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan