Komisi Akreditasi Rumah Sakit Lakukan Kajian Terhadap RSUD Agats

Rabu, 26 Jun 2019 22:19 WIT
JELASKAN - Bupati Asmat Elisa Kambu memberikan penjelasan soal RSUD Agats kepada KARS. (Foto: Humas Asmat/SP)

ASMAT | Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Indonesia mengirim tim survei guna mengkaji Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats di Agats, Kabupaten Asmat pada Selasa (25/6).

Survei terhadap RSUD Agats dilaksanakan sebelum KARS memberikan akreditasi terhadap rumah sakit daerah tersebut.

Di Agats, surveior KARS disambut Bupati Asmat, Elisa Kambu bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah di aula rumah sakit setempat. 

Bupati Asmat Elisa Kambu mengatakan kehadiran surveior KARS dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan RSUD Agats, karenanya pemerintah daerah dan masyarakat setempat menyambut baik kedatangan tim tersebut.

“Survei dimaksud merupakan salah satu tahapan penilaian dalam rangka akreditasi rumah sakit sesuai Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi I,” kata Elisa.

Elisa mengatakan RSUD Agats didirikan pada 1970 dengan status sebagai Puskesmas. Pada 2008, bupati Asmat mengeluarkan surat keputusan nomor 3 yang menjadi cikal bakal pendirian rumah sakit setempat.

Pada 30 April 2011, pemerintah setempat menerbitkan izin operasional RSUD Agats melalui surat keputusan kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat. Beberapa tahun setelah itu ditetapkan menjadi rumah sakit tipe D oleh Menteri Kesehatan.

“Walau masih serba kekurangan, tapi kami bersyukur karena RSUD Agats bisa membantu dan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat di Asmat,” ujarnya.

Orang nomor satu di Asmat itu mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, terutama dalam hal ini pemerintah provinsi dan pusat untuk membantu mengoptimalkan sarana prasarana serta fasilitas kesehatan pada rumah sakit tersebut.

Direktur RSUD Agats drg. Yenny Yokung Young menyebutkan jumlah pekerja di rumah sakit itu sebanyak 114 orang, terdiri dari pejabat struktural, dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, paramedis dan staf.

Rumah sakit daerah itu memiliki fasilitas dan layanan yang cukup memadai seperti ruang IGD, ruang VK, poli spesialis (anak, bedah, interna), KIA, poliklinik umum, poli gigi dan poli infeksi. Untuk layanan rawat inap terdiri dari rawat inap anak-perina, dewasa (interna bedah), nifas dan HCU.

“Untuk fasilitas penunjang di antaranya laboratorium, farmasi, radiologi, fisioterapi, UTD, gizi, rekam medik, CSSD, pemeliharaan sarana medis, PKRS dan kerohanian,” katanya.

Ia menambahkan bahwa program unggulan rumah sakit umum daerah Agats ialah pelayanan tropik infeksi, serta program prioritas lainnya seperti pelayanan malaria anak, pneumonia, malaria dewasa, diare dan hernia inguinalis.

“Semoga kehadiran tim survei dapat menjadi penyemangat para pegawai dan jajaran RSUD Agats untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dan kami berharap rumah sakit ini dapat diakreditasi,” pungkas Yenny. (NT/SP)

Kategori:
Bagikan