Tiga Venue Olahraga di Mimika Sudah Dievaluasi Technical Delegate

Kamis, 27 Jun 2019 14:21 WIT
Marthen Paiding (Kiri) dan Cessar Avianto Tunya. (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Kabupaten Mimika sebagai salah satu klaster penyelenggara PON XX Papua tahun 2020 terus mengejar kesiapan sarana dan prasarana olahraga maupun fasilitas pendukung pelaksanaan event olahraga terbesar Indonesia itu.

Sejauh ini ada tiga gelanggang olahraga (venue) di Mimika telah dievaluasi technical delegate (TD) atau delegasi teknis oleh masing-masing cabang olahraga, yaitu basket, golf dan biliar. 

Sekretaris PB PON Papua Sub Mimika Cessar Avianto Tunya mengatakan, dokumen hasil evaluasi ketiga venue tersebut telah dikeluarkan technical delegate, yang isinya mengarahkan dilakukan perbaikan untuk beberapa kekurangan.

Untuk perhelatan cabang olahraga golf rencananya akan menggunakan fasilitas Rimba Papua Golf milik PT. Freeport Indonesia di Kuala Kencana. Lapangan golf ini sudah beberapa kali menjadi tempat pelaksanaan kejuaraan daerah.

"Untuk lapangan golf, dokumen hasil evaluasi sudah ada. Jadi detail kekurangan sudah dicatat untuk segera dilengkapi," kata Cessar ketika menggelar konferensi pers bersama Ketua Harian PB PON Papua Sub Mimika Marthen Paiding, Rabu (26/6).

Technical delegate juga telah mengevaluasi venue basket di Mimika Sport Complex (MSC) yang dibangun PT. Freeport Indonesia di Jalan Caritas, kompleks Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika. 

Kabid Kompetisi dan Pertandingan PB Perbasi Abdul Rozak ketika itu mengaku kaget ternyata Mimika memiliki fasilitas olahraga berstandar internasional di MSC. Mulai dari jalan, lighting, flooring, hingga tribun penontonnya sudah memenuhi syarat. 

Sementara untuk venue biliar yang rencana awalnya memanfaatkan gedung Eme Neme Yauware, namun oleh technical delegate dinilai tidak memenuhi syarat teknis. 

"Hasil evaluasi venue biliar telah dilaporkan kepada Bupati Mimika (Eltinus Omaleng) selaku Ketua Umum PB PON Papua Sub Mimika. Technical delegate sudah datang dan sudah melakukan evaluasi, namun  Eme Neme dinyatakan tidak layak," kata Cessar. 

Bupati Eltinus, katanya, memberikan respon yang sangat baik dan bersedia untuk membangun venue khusus biliar di Kabupaten Mimika. Jika rampung, ini akan menjadi satu-satunya venue biliar di seluruh Papua dan bahkan nasional. 

"Karena menurut keterangan technical delegate, itu di seluruh Indonesia belum ada venue khusus biliar. Makanya, tantangan itu diambil oleh Pak Nupati," ungkap Cessar, yang juga Ketua Harian KONI Kabupaten Mimika. 

Beberapa venue cabang olahraga lainnya, lanjut Cessar, menyusul akan dievaluasi apabila sudah rampung dibangun. Termasuk venue futsal, panjat tebing, dan lainnya dimana klaster Mimika rencananya akan menyelenggarakan sembilan cabang olahraga.

"Contoh misalnya bola tangan menggunakan lapangan futsal, itu nanti dievaluasi technical delegate, apa saja yang akan dilengkapi di situ. Kemudian misalnya venue basket dipakai untuk tenis meja, berapa meja yang akan dipakai dan sebagainya, nanti akan dievaluasi," jelas Cessar. 

Ada juga venue atletik yang masih berada di gelanggang olahraga MSC, terdiri dari empat cabang olahraga yaitu lempar lembing, tolak perluru, dan lompat jauh. 

"Venue atletik ini belum dievaluasi. Waktu lalu kita inisiatif dari KONI saja. Rencana tahun ini juga dilanjutkan. Atletik sendiri itu akan dievaluasi empat technical delegate untuk masing-masing cabang olahraga," katanya. 

Fasilitas Pendukung

Ketua Harian PB PON Papua Sub Mimika Marthen Paiding mengatakan, Pemkab Mimika di tahun anggaran 2019 ini memfokuskan pembangunan infrastruktur pendukung dan sarana prasaran olahraga menjelang PON Papua pada September 2020 mendatang.

Salah satu infrastruktur pendukung yang pembangunannya tengah digenjot adalah bandara baru milik Pemkab Mimika yang juga dianggarkan dari APBN melalui Kementerian Perhubungan. 

Pembangunan bandara tersebut sempat terhambat setelah dievaluasi Direktorat Perhubungan Udara, dan mengajukan konstruksinya harus ditingkatkan untuk standar bangunan tahan gempa hingga 7 SR.

Menurut Marthen, target jika tidak sampai rampung, paling tidak sebagian fasilitas bangunan bandara berkonstruksi dua lantai itu bisa dimanfaatkan saat PON. 

"Kemudian, akses jalan untuk keluar dari bandara mudah-mudahan bisa tembus sampai di Petrosea tahun ini. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat fokus membangun bandara ini, karena bukan saja untuk PON tetapi memang harus dibangun untuk masyarakat," katanya. 

Selain itu, infrastruktur jalan menuju venue utama Mimika Sport Complex juga tengah dirampungkan. Proyek pelebaran jalan Cenderawasih sudah dimulai sejak 2017 dan berlanjut dianggarkan di 2019 ini.

Selanjutnya, Pemkab Mimika juga tengah memastikan kesiapan akomodasi dan berkoordinasi dengan pengusaha perhotelan, restoran, dan rumah makan. Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata menarget sekitar 2.000 kamar hotel. 

Di samping itu, wisma atlet berkapasitas 84 kamar kini dalam tahap finalisasi. Bangunan berkonstruksi tiga lantai letaknya tepat di depan venue utama Mimika Sport Complex, di Jalan SP 5, Timika Jaya.

"Wisma atlet itu sudah siap. Kelengkapan semua sudah selesai, tinggal daya listrik dan genset yang akan ditambahkan. Ada 42 unit, dalam satu unit terdapat dua kamar," kata Marthen.

Tidak itu saja, Pemkab Mimika akan menerapkan sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) yang akan menghubungkan seluruh lokasi venue di Mimika. BRT yang rencananya mulai dicanangkan Oktober tahun ini, diperkirakan membutuhkan sekitar 40 armada bus.

"Dalam koordinasi dengan pemerintah pusat melalui Direktorat Perhubungan Darat, tentu saja akan mendukung program ini. Kemudian untuk tambahan kita masih ada armada bus saat ini," kata Marthen. 

Klaster Mimika rencananya akan menyelenggarakan sekitar sembilan cabang olahraga PON. KONI Mimika memprediksi sekitar 6.000an atlet dan official akan berkunjung ke Mimika saat PON. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan