Bea Cukai Mimika Musnahkan Barang Illegal Bernilai Rp34 Juta

Kamis, 27 Jun 2019 15:11 WIT
Pemusnahan barang illegal hasil penindakan KPPBC Amamapare selama 2015-2018. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Amamapare, Mimika, Papua memusnahkan sejumlah barang illegal hasil penindakan sejak tahun 2015 bernilai Rp34 juta lebih.

Barang yang dimusnahkan di halaman kantor Bea Cukai di Porsite, Kamis (27/6), yakni 31 karton dan 220 batang hasil tembakau (HT). 147 botol minuman mengandung etik alkohol (MMEA) berupa minuman baik produk lokal maupun impor. 33 botol hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) atau biasa dikenal dengan vape dan dua buah pistol mainan.

Dari puluhan barang illegal tersebut, negara mengalami kerugian sebesar Rp 34.393.000. 

Pemusnahan minuman berakohol dan isi ulang vape dilakukan dengan cara menuangkan cairan ke dalam tempat yang sudah disediakan. Sementara untuk tembakau iris dimusnahkan dengan cara dibakar. 

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Amamapare, I Made Aryana mengatakan, penindakan terhadap barang-barang illegal ini dilakukan dari 2015-2018. Barang illegal paling banyak ditemukan tahun 2018 lalu, saat melakukan pemeriksaan barang ekspor-impor. Serta peredaran bea-cukai yang beredar di masyarakat dan tidak memenuhi ketentuan.

“Barang-barang illegal ini merupakan hasil dari kegiatan yang dilakukan seksi penindakan dan penyidikan,” katanya.

Penindakan dilakukan di Kota Timika, Poumako, dan cargodock atau barang impor. Dimana barang-barang itu dibawa oleh karyawan saat dilakukan pemeriksaan

Adapun pelanggaran yang dilakukan adalah tidak menggunakan dokumen, baik dokumen pengangkutan maupun lainnya serta peletakan atau pelekatan pita cukai tidak sesuai.

“Mereka sudah benar membayar cukai, tapi pelekatan pita cukainya tidak benar. Seperti pada tembakau iris, seharusnya pita dilekatkan secara melintang. Sehingga saat dibuka, pita itu robek dan tidak bisa digunakan kembali,” kata Made.

Pihaknya sudah menyurat ke pabrik dan mereka langsung menindaklanjuti dengan melakukan perekatan pita cukai yang benar. “Kalau perekatan pita cukai tidak benar, maka berpotensi pada penerimaan terhadap negara. Karena bisa dipakai berulang-ulang,” ujarnya. 

Jika dalam penindakan ada unsur pidana kata I Made  akan ditindaklanjuti ke kejaksaan. "Tapi kalau tidak ada hanya dikenakan sanksi administrasi dan dimusnahkan,”katanya. (mkr/SP)

Kategori:
Bagikan