Freeport Kembali Kirim Anak Bangsa Asal Papua Studi ke Amerika Serikat

Kamis, 27 Jun 2019 21:43 WIT
Seluruh peserta program Community College Initiative berfoto bersama dengan perwakilan dari PT Freeport Indonesia, AMINEF dan Kedubes Amerika Serikat. (Foto: Corpcom PTFI/SP)

TIMIKA | PT Freeport Indonesia, sebagai perusahaan tambang yang beroperasi di Kabupaten Mimika, Papua, menyadari betul manfaat pendidikan bagi anak bangsa. Pendidikan yang berkualitas merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Karena itu, dari tahun ke tahun Freeport selalu ikut mensponsori keberangkatan putera-puteri terbaik Papua dan Papua Barat untuk menimba ilmu di Amerika Serikat. Kesempatan untuk menimba ilmu di negara-negara maju makin terbuka lebar untuk putera-puteri Indonesia. 

Melalui kerjasama dengan American Indonesian Exchange Foundation (Aminef), Freeport memberikan program beasiswa Community College Initiative (CCI), yang diperuntukkan bagi pelajar Papua dan Papua Barat, untuk menimba ilmu di sejumlah perguruan tinggi (community college) di AS.

Meneruskan kerjasama dengan Aminef yang sudah dijalin sejak tahun 1998, tahun 2019 ini Freeport Indonesia kembali memberangkatkan empat orang peserta program CCI asal Papua dan Papua Barat, dari total 26 orang penerima beasiswa CCI dari seluruh Indonesia.

Adapun pada tahun 2018 lalu, dari total 20 orang penerima beasiswa CCI, sembilan orang di antaranya adalah penerima beasiswa asal Papua yang juga diberangkatkan atas kerjasama PT Freeport Indonesia-Aminef.   

Keempat penerima beasiswa ini akan belajar di sejumlah community college di Amerika Serikat, dengan bidang studi yang berbeda-beda.

Para penerima beasiswa ini masing-masing adalah Junus Marthin Albertho Kbarek, yang mengambil jurusan Administrasi Bisnis di Bunker Hill Community College, Massachusetts.

Kemudian Nur Hayyu Supriatin, jurusan Pendidikan Anak Usia Dini di Mesa Community College, Arizona. Natalius Fillep Marani jurusan Ilmu Media dan Teknologi Komunikasi di Kirkwood Community College, Iowa.

Sementara Mici Eka Wontini Maniagasi akan mengambil jurusan Pendidikan Anak Usia Dini di Northern Virginia Community College. 

Natalius Fillep Marani asal Manokwari tidak pernah menyangka bahwa keinginannya untuk mendalami ilmu komputer dan IT akan segera terwujud. Tidak tanggung-tanggung, ia akan mempelajari ilmu media dan teknologi komunikasi di Kirkwood Community College, Iowa, Amerika Serikat.

Melalui program ini, para penerima beasiswa akan belajar selama 2 semester di sejumlah community college di Amerika Serikat.

“Saya sudah delapan tahun mengajar di sekolah Jayawijaya di Tembagapura, yang juga merupakan sekolah asuhan Freeport. Saya menjadi konsultan teknologi informasi (IT) di sana karena saya memang suka sekali dengan komputer dan IT," kata Natalius. 

"Jadi ketika saya melihat ada pengumuman dari Freeport soal beasiswa ini, saya langsung mendaftar karena memang cita-cita saya adalah menjadi web developer. Karena itu, saya berterima kasih sekali kepada Freeport karena sudah mendukung saya selama ini," lanjutnya.

Kembali Membangun Papua

Jika sepulang dari pendidikannya di Amerika Serikat nanti, Natalius sudah memiliki cita-cita untuk meningkatkan pendidikan IT di Kabupaten Mimika, sekaligus membantu mama-mama Papua dalam memasarkan produk dagangan mereka.

“Saya ingin membantu para mama-mama Papua di Mimika dalam memasarkan barang dagangan mereka secara digital dan berbasis aplikasi, agar produk-produk dari Papua juga bisa dipasarkan ke masyarakat luas. Selain itu, saya juga ingin tetap membantu pendidikan anak-anak dalam memahami IT,” ujarnya.

Selain Natalius, penerima beasiswa asal Papua lainnya adalah Mici Eka Wontini Maniagasi yang berasal dari ibu kota Jayapura. Mici yang merupakan guru Bahasa Inggris di Sekolah Papua Harapan, Jayapura, akan mempelajari tentang pendidikan anak usia dini di Northern Virginia Community College, Virginia. 

Sepulangnya nanti dari Amerika Serikat, Mici bercita-cita untuk membuka kursus Bahasa Inggris di Jayapura.

“Saya ingin membuka kursus Bahasa Inggris yang akan diperuntukkan tidak saja bagi siswa, namun juga bagi guru sekolah dasar dan sekolah Minggu di gereja. Saya juga ingin membuka workshop kecil untuk ibu-ibu muda tentang cara mengurus anak dan memberikan penjelasan kepada mereka tentang mengapa pendidikan itu sangat penting dan harus dimulai sejak usia dini,” kata Mici.

Menurut Senior Advisor PT Freeport Indonesia, Michael Manufandu, Program CCI ini merupakan program yang tepat untuk anak muda Papua, karena program tersebut tidak hanya memfasilitasi pengembangan akademik para penerima beasiswa, namun juga dapat mengasah keterampilan kepemimpinan mereka.

Total dana yang dialokasikan PT Freeport Indonesia untuk turut mendukung Program CCI juga tidak main-main. Alokasi dana untuk periode 2016 hingga 2020 bahkan mencapai 1 juta dollar AS. 

“Freeport sudah ikut dalam program ini selama 12 tahun. Hal ini karena kami melihat program CCI tidak hanya menawarkan pendidikan teknis profesional bagi yang sudah bekerja, namun juga mereka memberikan pendidikan kepemimpinan yang baik, di mana mereka dilatih untuk memimpin dalam unit kecil maupun unit besar,” jelas Michael dalam acara orientasi pra-keberangkatan para penerima beasiswa Program CCI 2019 yang digelar pada 19-21 Juni di Jakarta. 

Ditemui di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Aminef, Alan Feinstein, menyampaikan apresiasinya atas dukungan PT Freeport Indonesia selama ini dalam Program CCI.

Menurutnya, PT Freeport Indonesia telah menjadi salah satu pendukung utama yang terlibat dalam keseluruhan program, mulai dari sosialisasi, rekrutmen, seleksi hingga orientasi pra-keberangkatan.

“PT Freeport Indonesia dengan jaringannya yang luas khususnya di Papua dan Papua Barat telah memungkinkan kami untuk menyosialisasikan program ini kepada mereka yang tinggal di kedua provinsi tersebut. Karena itu, kami sangat berterima kasih atas dukungan PT Freeport Indonesia selama ini,” terangnya.

Alan juga menjelaskan, anak-anak Papua dan Papua Barat penerima beasiswa Aminef selama ini menunjukkan minat belajar yang tinggi dan sangat termotivasi untuk kembali ke daerahnya untuk membangun Papua.

Dengan demikian, keterampilan kepemimpinan berikut keilmuan yang mereka dapatkan bisa menjadi modal utama mereka untuk menjadi pionir dan berkontribusi positif pada komunitasnya. 

Sejak tahun 1998 hingga 2019, tercatat ada 83 pelajar asal asal Papua dan Papua Barat sebagai penerima beasiswa pendidikan di Amerika Serikat melalui kerjasama Aminef dan PT Freeport Indonesia. Dimana 26 diantaranya adalah penerima beasiswa program MA (S2) dan 57 pelajar adalah peserta Program CCI. (**rum/SP)

Kategori:
Bagikan