Bandar Narkoba yang Ditangkap Polres Mimika Ternyata Pemain Lama

Jumat, 28 Jun 2019 12:27 WIT
Petugas saat melakukan penimbangan sabu-sabu milik seorang bandar berinisial A. (Foto:Ist/SP)

TIMIKA | Bandar narkoba yang ditangkap Satuan Reserse dan Narkoba (Satreskoba) Polres Mimika, disalah satu hotel di Timika,Rabu (26/6) merupakan pemain lama.

Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Punia didampingi Kasat Reskoba, Iptu L Kordiali mengapresiasi  Satreskoba Polres Mimika yang berhasil menangkap bandar narkoba.

 "Merupakan prestasi yang luar biasa,"katanya.

Dari penangkapan pelaku, katanya, polisi akan terus melakukan pengembangan, katena ternyata di Mimika terindikasi banyak  peredaran narkoba, khususnya sabu-sabu.

"Bandar narkoba yang diamankan merupakan pemain lama. Sudah beroperasi selama dua tahun," kata Wakapolres di Pusat Pelayanan Polres Mimika, Jumat (28/6). 

Kata Wakapolres, pelaku sebagai bandar narkoba diketahui operasinya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Pelaku juga bisa mengendalikan peredaran narkoba di Mimika, baik dari dalam maupun luar daerah, sehingga terkadang tidak terdeteksi oleh petugas.

"Bandar ini dalam mengendalikan peredaran narkoba sering dari hotel. Modus operandinya selalu berganti-ganti," ujarnya.

 Sesuai instruksi pimpinan, kata Punia pihaknya akan menindak tegas para bandar narkoba. Karena ini meresahkan masyarakat dan mengganggu generasi muda Mimika.

"Kami tidak segan-segan menindak tegas, kalau mereka (bandar atau pelaku) melakukan perlawanan," tukasnya.

Sebelumnya Satreskoba Polres Mimika berhasil mengamankan seorang pemuda yang merupakan bandar sabu-sabu di salah satu kamar hotel di bilangan Jalan Cenderawasih, Kota Timika, Rabu (26/6) sore. 

Pemuda berinisial A itu ditangkap saat hendak mengkonsumsi sabu-sabu. Ketika ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan. 

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sabu seberat 3 gram dan alat isap sabu. 

Pelaku kemudian mengakui barang haram tersebut masih ada disimpannya di rumah adik kandungnys di Jalan Cenderawasih. 

Polisi pun melakukan penggeledahan di rumah yang dimaksud. Alhasil, ditemukan sabu seberat satu gram lebih di dalam tas pelaku. 

Tidak berhenti disitu saja, polisi kemudian melanjutkan penggeledahan di rumah kos pelaku di kompleks Timika Indah, namun tidak menemukan barang bukti. 

Pelaku mengakui sabu tersebut dibelinya di Makassar, Sulawesi Selatan sebanyak 30 gram. Selain untuk dijual seharga Rp2 juta pergram, barang haram itu juga dikonsumsi sendiri.

Kasat Narkoba Polres Mimika Iptu Laurentius Koordiali mengatakan, pelaku merupakan bandar sabu yang sudah menjadi incaran selama ini.

Dari keterangan pelaku, dalam satu atau dua hari kedepan akan kembali ke Makassar untuk membeli sabu.

Atas perbuatannya, pelaku  dikenakan Pasal 112 ayat 1 dan pasal 114 ayat 1 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman 4 hingga 15 tahun kurungan penjara. (mkr/SP)

Kategori:
Bagikan