Percepat Pembangunan, Rencanakan Gereja Oikumene 32 Digunakan untuk Pesparawi

Jumat, 28 Jun 2019 18:25 WIT
Komisi A DPRD Mimika melakukan kunjungan ke Dinas Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Mimika. (Foto: Hadija Laisouw/SP)

TIMIKA |  Bagian Kesehteraan Rakyat (Kesra) tengah mempercepat pembangunan Gereja Oikumene di Mile 32 agar bisa digunakan untuk kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tahun 2020 mendatang.

"Untuk gereja (Oikumene) Mile 32 kita akan dorong untuk dipercepat jika Tuhan kehendaki mile 32 bisa dipakai saat Pesparawi tahun 2020 mendatang," kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Marten Sawi kepada Komisi A DPRD Mimika ketika melakukan kunjungan kerja, Kamis (28/6).

Jika dalam proses penyelesaian terjadi keterlambatan kata Marten, itu hanya pada bagian 
Lembaga Pelelangan Secara Elektronik (LPSE) karena sistemnya berubah sehingga semua kegiatan harus diselesaikan baru bisa dimasukkan ke LPSE untuk lelang. 

Wakil Ketua Komisi A DPRD Mimika, Matius Uwe Yanengga mengapresiasi Bagian Kesra dalam pembangunan rumah ibadah dengan menggunakan tahun anggaran 2018.

"Kami apresiasi Bagian Kesra untuk pembangunan rumah ibadah anggaran tahun 2018 sudah berjalan lancar walaupun semua belum terselesaikan, namun yakin pasti akan rampung," ungkap Matius kepada warwatan di kantor Puspem Kabupaten Mimika usai usai melakukan kunjungan kerja ke Bagian Kesra untuk monitoring kegiatan pembangunan rumah-rumah ibadah yang ada di Mimika. 

Dikatakan Matius, kunjungan kerja yang dilakukan Komisi A DPRD Mimika ke Bagian Kesra merupakan lanjutan dari Kunker yang berlangsung beberapa waktu lalu di dinas kesehatan dan Disdukcapail. 

"Setelah hari ini kami akan melanjutkan pengawasan kami di bagian Distrik-distrik pedalaman maupun yang di pesisir," katanya.

Ia melanjutkan bahwa, pengawasan ke distrik di rencanakan minggu depan untuk melihat sejauh mana kinerja dan pelayanannya kepada masyarakat. 

"Nantinya dari hasil pengawasan kami itulah yang akan kami laporkan ke pemerintah terkait apa saja yang tidak dilakukan, karena kan dana APBD ini sangat besar," imbuhnya

Ditambahkan anggaran APBD senilai Rp3 triliun itu jumlah yang sangat besar. Jika dilaksanakan tidak sesuai dengan aturan bisa menjadi temuan. 

"Apakah masyarakat tidak terlayani dengan baik, ataukah di distrik-distrik itu sudah diberikan anggaran APBD namun belum dilakukan," katanya

Anggota Komisi A DPRD yang mengikuti Kunker, yakni Matius U Yanengga, Eliaser Ohee, Markus Timang, Peben Jikwa, Theo Deikme, dan Yelinus Mom diterima langsung oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Mimika, Marten Sawi. (Cr-2/SP)

Kategori:
Bagikan