Polisi Antisipasi Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Papua

Minggu, 30 Jun 2019 12:04 WIT
Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto. (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Kepolisian Resor Mimika, Papua mengantisipasi kegiatan 1 Juli yang kerap diisi agenda bermuatan makar bagi sebagian masyarakat untuk memperingati hari Proklamasi Kemerdekaan Papua. 

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto menegaskan, pihaknya tentu saja akan membubarkan paksa kegiatan tersebut apabila digelar di wilayah hukum Polres Mimika. 

"Tentu intelijen sudah mengendus kalau kegiatan itu ada, sebelum terjadi pasti kita akan berupaya untuk gagalkan," kata Marlianto di Timika, Sabtu (29/6).

Meski agenda 1 Juli itu masuk dalam kalender kamtibmas Polda Papua, kata Marlianto, sejauh ini belum ada instruksi siaga satu mengingat ancaman secara terbuka belum ditemukan.

"Mungkin karena pengalaman kemarin yang sudah kita lakukan upaya represif (terhadap KNPB) sehingga mereka tidak melakukan kegiatan di Timika sementara ini. Tapi tetap kita antisipasi," katanya.

Ia mengatakan, kegiatan semacam ini biasanya diseruhkan melalui selebaran, media sosial, hingga kegiatan seremonial melalui upacara maupun rapat di kantor KNPB, organisasi politik pro Papua Merdeka. 

"Ada beberapa titik yang kita antisipasi, seperti misalnya kantor KNPB namun saat ini sudah kita kuasai khusus di Timika," kata Marlianto. 

Kepolisian, katanya, dapat berkonsentrasi mengantisipasi segala bentuk gangguan kabtibmas 1 Juli menyusul kebijakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengundur upacara HUT Bhayangkara pada hari yang sama ke 10 Juli pekan depan. 

"Kita sangat bersyukur karena adanya kebijakan dari bapak Kapolri terkait perkembangan situasi pasca pemilu," ujarnya. 

Marlianto mengajak masyarakat Papua dan kelompok-kelompok yang berseberangan paham ideologi, agar sebaiknya tidak perlu melakukan kegiatan semacam ini yang merongrong kedaulatan NKRI. 

"Mari saudara-saudaraku kembali kepada bingkai NKRI, sama-sama kita membangun Papua ini. NKRI itu sudah final, tidak bisa lagi ditawar atau dengan upaya memisahkan diri dari NKRI," katanya.

Adapun tanggal 1 Juli 1971 diperingati sebagaian orang Papua sebagai Hari Proklamasi Kemerdekaan Papua, sesuai deklarasi tokoh OPM Nicolaas Jouwe, Seth Jafeth Roemkorem dan Jacob Hendrik Prai. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan