Dua Helikopter Bell Dikerahkan Dari Timika Cari MI 17 di Oksibil

Minggu, 30 Jun 2019 20:07 WIT
Dua helikopter Bell dikerahkan dari Timika cari MI 17 (Foto: Sevianto Pakiding/SP)

TIMIKA | Dua helikopter jenis Bell milik TNI AU dan TNI AD, Minggu (30/6) kembali dikerahkan dari Timika untuk melakukan misi pencarian helikopter MI-17 yang hilang kontak di Oksibil, Pegunungan Bintang, Papua. 

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, dua helikopter jenis Bell 412 tersebut bernomor registrasi HA-5177 dan HA-5185 telah berada di bandara Oksibil. 

"TNI kembali mengerahkan alutsistanya untuk melanjutkan upaya pencarian. Dua unit pesawat helly jenis Bell 412 telah diterbangkan dari Timika," kata Kolonel Aidi, Minggu.

Sementara pesawat CN235 nomor A-2307 milik TNI AU telah berhasil melakukan pendorongan Avtur, alat kelengkapan dan pasukan SAR gabungan dari Base Ops Lanud  Silas Papare Sentani ke Oksibil. 

"Sebelumnya upaya pencarian hari kedua, Sabtu (29/6), sempat tertunda khususnya lewat jalur udara karena faktor cuaca yang tidak bersahabat," kata Aidi. 

Selain itu, dua unit pesawat milik perusahan sipil, yaitu helikopter jenis MD 500 dan peswat jenis Karavan turut bergabung ke Oksibil dalam rangka membantu proses pencarian.

Tim SAR darat gabungan yang akan melaksanakan penyisiran lewat jalur darat telah berangkat ke titik pencarian masing-masing sejak pukul 04.30 WIT. Tim ini terdiri dari unsur TNI, Polri, SAR Papua dan relawan masyarakat.

Tim SAR darat gabungan dibagi dalam 3 wilayah pencarian, yaitu wilayah 1 berada di Oksibil dipimpin oleh Dandim 1702/JWY Letkol Inf Candra Dianto dengan kekuatan satu SSK.

Wilayah Oksibil dibagi lagi dalam 3 kelompok terdiri dari kelompok 1 dipimpin Dansatgas Yonif 725/WRG Letkol Inf Hendry Ginting dengan sasaran Distrik Oskop.

Kelompok 2 dipimpin Dandim 1702/JWY Letkol Inf Candra Diyanto, dengan sasaran gunung Mol dan gunung Aplot, sedangkan kelompok 3 dipimpin Mayor Inf Ardiyansah dengan sasaran ke Kampung Alut Bakon.

"Wilayah pencarian ke 2 berada di daerah Airu dipimpin Kasi Ops Korem 172 dengan kekuatan pasukan 30 orang, sedangkan wilayah pencarian ke 3 berada di daerah Lereh dipimpin Dandim 1701/JYP dengan kekuatan pasukan 20 orang," jelas Aidi.

Meski belum membuahkan hasil, upaya pencarian kini mulai menemukan titik terang. Antaralain informasi bahwa pada Jumat (28/6) sekitar pukul 13.00 WIT, masyarakat Kampung Alut Bakon, Distrik Oksop, sempat mendengar suara helikopter  cukup keras disertai gemuru. 

"Helikopter melintas di atas Distrik Oksob dan melewati sela-sela gunung menuju Distrik Bime dan Okbab, namun masyarakat tidak melihat heli tersebut karena tertutup kabut tebal," ungkap Aidi. 

Informasi tersebut akan dianalisa dan dicocokkan dengan data tekhnologi inteligen dan analisis geopasial (Geoint). Teknologi Geointmenganalisa kemungkinan kedudukan heli berdasarkan anomali suhu panas. 

Sejauh ini sebanyak 4 hingga 6 titik panas telah terdeteksi dan menjadi sasaran penyisiran tim pencari. 

Tim SAR memfokuskan pencarian di sekitar Gunung Mol dan Gunung Aprok, yang menjadi sumber gemuru keras seperti longsoran tanah berdasarkan informasi warga. 

Helikopter MI 17 milik TNI AD dikabarkan hilang kontak sejak Jumat (28/6) sekitar pukul 11.49 WIT. 

Helikopter MI 17 dengan nomor registrasi HA-5138 itu membawa 12 penumpang beserta crew yang sebelumnya terbang ke Okbibab untuk melakukan pengiriman logistik kepada prajurit yang bertugas di wilayah tersebut. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan