Dua Helikopter Bell dari Timika Tak Bisa Menembus Kabut Oksibil

Senin, 01 Jul 2019 08:58 WIT
Helikopter Bell (Foto: Sevianto/SP)

JAYAPURA | Dua helikopter milik TNI AD yang dikerahkan dari Timika melakukan pencarian terhadap Helikopter MI 17 yang hilang kontak di Oksibil, Pegunungan Bintang, sejak Jumat (28/6), terhalang cuaca buruk. 

Dua helikopter jenis Bell 412 tersebut bernomor registrasi HA-5177 dan HA-5185 yang akan memperkuat armada tim SAR bertolak dari Timika tujuan Oksibil, Minggu (30/6). 

"Dua helikopter ini menyusuri selatan Papua, namun tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Oksibil akibat cuaca," kata Komandan Lanud Silas Papare, Sentani, Marsma TNI Tri Bowo kepada Antara, Minggu malam di Jayapura.

Tri Bowo mengatakan, kedua helikopter jenis bell itu sementara berada di Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digoel, setelah sebelumnya terbang dari Timika-Asmat.

“Mudah-mudahan cuaca besok (Senin hari ini) mendukung sehingga kedua helikopter dapat terbang ke Oksibil,” kata harap Tri Bowo. 

Tim SAR gabungan yang dikerahkan untuk mencari keberadaan Helikopter MI 17  bermalam di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 2.500 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Tim SAR gabungan terpaksa bermalam karena tidak memungkinkan melanjutkan pencarian, dan akan meneruskan pencarian hari ini Senin (1/7) menuju ke lokasi yang dilaporkan satelit adanya titik panas.

“Mudah-mudahan cuaca bersahabat sehingga tim dapat bergerak maksimal,” kata Tri Bowo. 

Sebelumnya, ada laporan dari hasil pendeteksian yang dilakukan satelit tentang lima titik panas yang diperkirakan menjadi lintasan helikopter berpenumpang 12 orang termasuk awaknya tersebut. 

Cuaca pada Minggu (30/6) pagi cukup baik sehingga pesawat CN 235 milik TNI AU dapat terbang dua kali ke Oksibil dengan membawa bahan bakar minyak (BBM) dan tim SAR dari Sentani.

Tim SAR memfokuskan pencarian di sekitar Gunung Mol dan Gunung Aprok, yang menjadi sumber gemuru keras seperti longsoran tanah berdasarkan informasi warga. 

Helikopter MI 17 milik TNI AD dikabarkan hilang kontak sejak Jumat (28/6) sekitar pukul 11.49 WIT. 

Helikopter MI 17 dengan nomor registrasi HA-5138 itu membawa 12 penumpang beserta crew yang sebelumnya terbang ke Okbibab untuk melakukan pengiriman logistik kepada prajurit yang bertugas di wilayah tersebut. (Antara/rum/SP)

 

 

Kategori:
Bagikan