Bupati Asmat Luncurkan Pemusatan Listrik di Tujuh Kampung

Senin, 01 Jul 2019 14:37 WIT
RESMIKAN PUSAT LISTRIK - Bupati Asmat Elisa Kambu bersama pejabat terkait meresmikan pemusatan listrik di tujuh desa. (Foto: Humas Asmat/SP)

ASMAT |  Bupati Asmat Elisa Kambu meluncurkan pemusatan listrik di tujuh kampung yang ada di kabupeten tersebut, sekaligus meresmikan PLTD Kampung Onovai, Distrik Joirat.

Peluncuran dan peresmian PLTD Kampung Onovai dihadiri Wakapolres Asmat Kompol Mursalim, Kepala PT. PLN PLTD Asmat, serta Kepala Dinas Perindakop, Perwakilan PLN UP3 Timika, Kepala Kampung Onovai dan Tokoh Masyarakat setempat di Asmat, pada Minggu.

"Tujuh kampung yang mendapatkan aliran listrik di antaranya, Kampung Omor, Kampung Onovai terletak di Distrik Joirat. Selanjutnya, Kampung Ayam, Kampung Wacesaw, Kampung Bayim Pinam, Kampung Cumnew, dan Kampung Jawesdoar berada pada wilayah Distrik Akat," kata Elisa, Minggu (30/6).

Bupati Elisa mengatakan mesin PLTD yang tersebar ditujuh kampung tersebut bermerek Deuts dengan kekuatan 40 kw serta dengan nama program yang diberikan oleh pemerintah pusat yakni "Asmat Terang."

Lanjut dia, jumlah kepala keluarga (KK) di Kampung Onovai sebanyak 51 KK, untuk sementara 75 persen sudah tersambung listrik.

Setelah peresmian PLTD Kampung Onovai, Distrik Joirat, kata dia, pihak PLN akan melanjutkan pemasangan di sejumlah rumah warga yang tersisah.

Bupati Asmat Elisa menyebutkan, pihaknya akan membantu 25 warga Kampung Onovai untuk dipasangkan listrik. Warga yang mendaptkan bantuan listrik tersebut adalah janda tua, serta orang tua yang sudah lanjut usia (lansia).

"Selain 25 warga, Pemda Asmat juga akan mamasangkan aliran listrik gratis ke rumah ibadah seperti gereja dan rumah ibadah lainya," kata Bupati Elisa.

Dia mengimbau kepada warga Onovai agar menghemat listrik dengan sebaik-baiknya, karena PLTD akan beraktivitas selama 24 Jam.

"Kalau disiang hari tak ada keperluan untuk digunakan, warga diharapakan untuk mematikan listrik sehingga mengurangi biaya pembayaran yang dikeluarkan," katanya.

Biayaya listrik, kata Bupati, hanya sekitar Rp50.000, jika warga hemat listrik, dalam satu bulan akan menikmati penerangan dengan baik, biaya yang dikeluarkan untuk membayar pun kecil.

Orang nomor satu di Kabupaten Asmat itu mengajak warga, baik warga Kampung Onovai maupun kampung lainnya di Asmat, yang menikmati penerangan agar berhati-hati saat memanfaatkan listrik.

Hal ini, lanjut dia, karena berbahaya. Contoh, sebelum warga ingin mengecok sesuatu, keringkan tangan dulu sebelumnya memanfaatkanya.

"Jangan coba-coba tangan kalian masi basa, langsung memegang sesuatu yang aliranya dari listrik, hal ini akan mematikan warga maupun musiba lainnya seperti kebakaran," katanya.

Bupati juga berharap kepada warga agar ada hal-hal yang rusak saat listrik dinyalakan, segera dilaporkan kepada pihak PLN yang telah ditugaskan di tujuh kampung tersebut.(Antara/SP)

Kategori:
Bagikan