Peringati Harganas, Marthen Paiding: Ada Empat Konsep Wujudkan Keluarga Bahagia

Senin, 01 Jul 2019 16:13 WIT
Plt Sekda Mimika, Marthen Paiding bersama pimpinan OPD melepaskan balon memperingari Harganas. (Foto: Hadija Laisouw/SP)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) tahun 2019 yang jatuh setiap tanggal 29 Juni. 

Peringatan dalam bentuk upacara,  Senin (1/7) di halaman kantor pusat pemerintahan dipimpin Plt Sekda Mimika Mathen Paiding mewakili Bupati Eltinus Omaleng. 

Adapun tema nasional yaitu, 'Hari Keluarga: Hari Kita Semua', dengan tagline “Cinta Keluarga, Cinta Terencana”.

Melalui tema dan tagline tersebut diharapkan dapat mendekatkan dan meningkatkan kembali interaksi antara anggota keluarga.

Membacakan sambutan Bupati, Plt Sekda Marthen Paiding mengatakan, memperingati Hari Keluarga Nasional menjadi hal yang sangat penting dan strategis, mengingat peran keluarga sebagai pilar utama dalam pembangunan.

Dengan memperingati Hari Keluarga Nasional, maka dapat mengingatkan kembali pentingnya saling mencintai dan menyayangi, serta pentingnya perencanaan dalam membangun keluarga. 

"Ada empat konsep pendekatan keluarga untuk mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera, yaitu keluarga berkumpul, keluarga berinteraksi, keluarga berdaya dan keluarga peduli dan berbagi," ungkapnya.

Marthen pun berharap, delapan fungsi dalam kehidupan berkeluarga dapat diterapkan. Yaitu, fungsi agama, sosial, budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi dan lingkungan. 

"Dengan memperingati Hari Keluarga Nasional ini semoga kita semua bisa merenungkan, apakah kita semua sudah menerapkan 8 fungsi dalam keluarga masing-masing demi terwujudnya keluarga yang bahagia dan sejahtera," katanya. 

Dinas PPA Dapat Mobil Operasional

Upacara peringatan Hari Keluarga Nasional juga dirangkai dengan penyerahan mobil operasional dari Pemkab Mimika kepada Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Mobil operasional tersebut langsung diberikan kepada Kepala Dinas PPA Alice Irene. 

Kata Alice, mobil tersebut akan digunakan untuk kebutuhan terhadap penanganan kasus.

"Mobil tersebut nantinya kita akan gunakan jika ada kekerasan terhadap anak dan perempuan yang mengharuskan dilarikan ke rumah sakit. Karena kan itu bantuan untuk pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak," katanya. (Cr-2/SP)

Kategori:
Bagikan