Posisi Helikopter MI-17, Danrem: Kemungkinan Tidak Tabrak Gunung

Senin, 01 Jul 2019 20:25 WIT
Kolonel Inf J Binsar Sianipar (Foto: Pendam XVII Cenderawasih)

JAYAPURA | Danrem 172 Praja Wira Yakthi (PWY) Kolonel Inf Binsar Sianipar mengatakan, pihaknya sementara memprediksi helikopter MI-17 TNI AD yang dilaporkan hilang dalam penerbangan Oksibil-Jayapura tidak menabrak gunung.

Dugaan itu diperkuat dengan tidak berfungsinya sonar yang dimiliki helikopter milik Penerbang Angkatan Darat (Penerbad) yang sejak Jumat (28/6) hilang kontak. Sebab, jika menabrak gunung alat yang berada di heli akan memancarkan sinyal. 

“Dalam pencarian yang dilakukan tiga helikopter tidak ditemukan tanda-tanda tentang keberadaan heli tersebut,” kata Kolonel Binsar seperti dilaporkan Antara, Senin (1/7).

Kolonel Binsar mengemukakan, pencarian melalui jalur udara di rute yang diduga dilintasi helikopter yang membawa 12 penumpang termasuk crew tersebut tidak terlihat adanya tanda yang menandakan terjadinya insiden.

Selain itu juga, tidak terlihat adanya pepohonan yang rusak. Dengan demikian, dugaan sementara helicopter bernomor registrasi HA-5138 itu tidak menabrak gunung. 

“Apabila menabrak gunung, kemungkinan sonar (ILT) yang ada di heli pasti memancarkan tanda,” kata Binsar. 

Atas perkembangan analisa dan penyisiran melalui jalur udara maupun jalur darat, tim memprediksi kemungkinan heli tersangkut di pepohonan sehingga sonar tidak memancarkan sinyal. 

“Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi mengingat hingga hari ketiga belum ada tanda-tanda keberadaan heli tersebut,” tutur Binsar Sianipar.

“Tim darat juga belum menemukan adanya tanda-tanda. Pencarian akan dilanjutkan Selasa (2/6) besok,” kata Binsar yang kini sudah berada di Oksibil.

Helikopter MI 17 dengan nomor registrasi HA-5138 membawa 12 penumpang beserta crew yang sebelumnya terbang ke Okbibab untuk melakukan pengiriman logistik kepada prajurit yang bertugas di wilayah tersebut.

Okbibab merupakan salah satu distrik atau kecamatan di Pegunungan Bintang, Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini (PNG).

Sekitar pukul 11.44 WIT heli terbang ke Jayapura dan sesaat setelah terbang, yakni pukul 11.49, pilot sempat mengucapkan “terima kasih” setelah melaporkan terbang di ketinggian 7.800 feet, 6 notical mile ke utara.

Adapun nama crew helikopter milik TNI AD yakni Kapten CPN Aris (pilot), Lettu CPN Bambang (pilot), Lettu CPN Ahwar (co pilot), Serka Suriyatna, Serda Dita, Praka Dwi Purnomo dan Pratu Aharul.

Sedangkan anggota satgas pamtas Yonif 725/WRG yang ikut dalam helikopter tersebut yaitu Serda Ikrar Setya Nainggolan, Pratu Yanuarius Loe, Pratu Risno, Prada Sujono Kaimuddin dan Prada Tegar Hadi Sentana. (Antara/rum/SP)

Kategori:
Bagikan