Renovasi Pasar Rakyat Mapurujaya akan Didorong ke APBD Perubahan

Senin, 01 Jul 2019 20:38 WIT
KUNKER - Komisi B DPRD Mimika saat melakukan kunjungan kerja di Pasar Rakyat Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Komisi B DPRD Mimika akan mendorong renovasi pasar Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua dalam 
Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2019.

Penyampaian ini disampaikan anggota Komisi B, M Nurman Karupukaro yang diamini oleh Antonius Kemong, saat melakukan kunjungan kerja di Pasar Mapurujaya, Senin (1/7). 

Dalam kunjungan kerjanya, para anggota dewan ini mendapatkan penjelasan soal pasar tersebut dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika Bernadinus Songbes yang didampingi Kepala Distrik Mimika Timur, Marike Warinussy.

Dikatakan Bernadinus Songbes, untuk renovasi pasar rakyat di Mapurjaya membutuhkan anggaran kurang lebih Rp1 miliar.

Besaran dana tersebut untuk melakukan renovasi bangunan yang telah rusak, pembabatan rumput, pembangunan akses jalan masuk, serta pemasangan kembali instalasi listrik. 

“Pengembangan dan pembangunan pasar ini tidak bisa dilakukan kalau tidak diakomodir. Karenanya, kami bersyukur dengan kunker Komisi B dan berharap bisa didorong di dalam APBD Perubahan,” katanya.

“Dan nanti, kalau sudah direnovasi akan diserahkan kepada pemerintah distrik untuk dikelola,” tambah Songbes.

Kata dia, pembangunan pasar rakyat ini dibangun sejak tahun 2011 sampai 2013, dan sejak kepemimpinannya di Disperindag 2015 lalu sudah menjadi agenda prioritas. Ini bertujuan, agar pasar rakyat yang sudah dibangun dan diharapkan bisa menopang perekonomian masyarakat di Distrik Mimika Timur.

Dari prioritas tersebut pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin, mulai mendorong adanya anggaran sampai berkoordinasi dengan empat Kadistrik Mimika Timur, mulai jamannya Paskalis Kirwelakubun, Michael Gomar, Saweri, dan sekarang Marike Warinussy.

“Namun upaya tersebut juga belum berhasil. Sehingga pasar bersama dengan terminalnya belum bisa optimal beroperasi. Dan dari itu, kami cabut untuk sementara meteran listrik dan tendon air,” terangnya.

Mendengar penjelasan tersebut, Nurman Karupukaro mengatakan, anggaran untuk rehab pasar rakyat Mapurujaya ini akan didorong di APBD Perubahan 2019 nanti.

Keinginan ini, agar pada saat pelaksanaan PON XX tahun 2020 nanti, pasar ini sudah berfungsi, termasuk trayek angkutan umum, sehingga bisa meningkatkan perekonomian di distrik, khususnya Mimika Timur.

“Pasar ini merupakan pasar penunjang yang harus difungsikan saat pelaksanaan PON nanti. Karenanya, anggaran yang diusulkan Disperindag akan dikawal dan didorong di APBD Perubahan," katanya.

Antonius Kemong menambahkan, pihaknya sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Nurman. Dimana pembenahan pasar ini akan didorong dalam APBD Perubahan.

Ini sangat penting, karena meningkatnya perekonomian di masyarakat berawal dari pasar.

“Pembenahan pasar ini harus didorong, agar bangunan yang sudah berdiri ini bisa difungsikan dan tidak sia-sia,” ujarnya.

Kepala Distrik Mimika Timur, Marike Warinussy mengakui karena pasar ini tidak difungsikan bertahun-tahun, sehingga sudah seperti hutan dan dijadikan sarang perkumpulan bagi pemabuk dan tempat berpacaran bagi pasangan muda mudi.

“Saya harap apa yang sudah dibicarakan tadi bisa terealisasi, dengan didorongnya pembenahan pasar pada APBD Perubahan. Sehingga bisa menunjang perekonomian masyarakat, khususnya di Mimika Timur,” ungkapnya.(mkr/SP)

Kategori:
Bagikan