Terjerat Korupsi, KPK Tahan Mantan Kadis PU Bina Marga Papua

Senin, 01 Jul 2019 21:11 WIT
Mantan Kadis Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Papua Mikael Kambuaya usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK RI. (Foto: Benardy Ferdiansyah)

JAKARTA | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Papua Mikael Kambuaya (MK), Senin (1/7).

MK ditahan setelah ditetapkan tersangka kasus korupsi pengadaan pekerjaan peningkatan jalan Kemiri-Depapre Kabupaten Jayapura pada APBD-P Pemprov Papua tahun anggaran 2015.

"MK adalah mantan Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Papua, ditahan 20 hari ke depan di Rutan Pomdam Jaya Guntur sejak hari ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin.

Selain menahan MK, kata Febri, lembaga antirasuah juga telah menerima perhitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk perkara tersebut pekan lalu. 

"Diduga negara dirugikan Rp40,9 miliar dalam kasus ini," ungkap Febri.

Sebelumnya, KPK pada hari Jumat (28/6) juga telah menahan seorang tersangka lainnya dalam kasus tersebut, yakni pemegang saham mayoritas PT Bintuni Energy Persada (BEP) David Manibui (DM).

"David ditahan untuk 20 hari ke depan di Rutan Cabang KPK, belakang Gedung Merah Putih KPK," katanya. 

KPK telah menetapkan Mikael Kambuaya sebagai tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan peningkatan jalan ruas jalan Kemiri-Depapre senilai Rp89,5 miliar dengan kerugian negara sejumlah Rp42 miliar pada bulan Februari 2017.

Mikael Kambuaya disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Mikael selaku Kadis PU Papua sekaligus pengguna anggaran saat itu diduga melakukan perbuatan melawan hukum, menyalahgunakan kewenangannya untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi terkait dengan peningkatan ruas jalan Kemiri-Depapre Provinsi Papua dengan nilai proyek sekitar Rp89,5 miliar.

Pemenang tender adalah PT Bintuni Energy Persada (BEP) yang berkantor pusat di Jakarta.

Berdasarkan laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Papua, PT BEP beralamat di Jalan Binyamin Sueb Blok A5 B.10 Rukan Grand Palace No. A17 Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pagu anggaran adalah senilai Rp89.530.250.000,00 dengan harga penawaran PT BEP sebesar Rp86,89 miliar untuk jalan sepanjang 24 kilometer. Tender diikuti 16 perusahaan.

Sementara itu, David Manibui selaku pemegang saham mayoritas PT. BEP  melalui PT Manbers Jaya Mandiri (MJM) diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau sebuah korporasi terkait dengan pengadaan pekerjaan peningkatan ruas jalan Kemiri-Depapre.

Atas perbuatannya, David Manibui disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (Antara/SP)

 

 

Kategori:
Bagikan