Aktivitas Pabrik Pengeringan Konsentrat Freeport Terhambat Pipa Bocor

Selasa, 02 Jul 2019 18:36 WIT
KUNJUNGAN DEWAN - Sejumlah anggota DPRD Mimika mengunjungi Pabrik Pengeringan Konsentrat PT Freeport Indonesia. (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Pabrik pengeringan konsentrat PT Freeport Indonesia atau Dewatering Plant (DWP) di Portsite, Pelabuhan Amamapare, Timika, Papua, belum beraktivitas secara normal pasca insiden bocornya pipa jalur konsentrat. 


Komisi B DPRD Mimika, Selasa (2/7), memantau aktivitas di pabrik pengeringan konsentrat Freeport saat kunjungan kerja untuk mengecek timbangan konsentrat yang kini ditangani Disperindag Mimika. 


"Kebetulan hari ini aktivitas (pabrik pengeringan) belum jalan karena adanya trouble di atas (jalur konsentrat)," kata seorang karyawan yang mendampingi kunjungan anggota DPRD. 


Pasca insiden pipa bocor, gudang konsentrat berkapasitas total sekitar 135.000 metrik ton di area tersebut belum terisi. Terpantau juga belum ada proses pengapalan konsentrat. 


Sebelumnya, pada Sabtu (29/6), jalur konsentrat di Mile 43, jalan tambang PT. Freeport Indonesia, mengalami kebocoran sehingga puluhan warga mendatangi lokasi untuk melakukan aktivitas pendulangan. 


Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto mengatakan, pihaknya menerima informasi adanya insiden pipa bocor sekitar pukul 14.30 WIT, namun belum dipastikan penyebab insiden tersebut. 


"Sedang kita dalami. Bersama-sama dengan Satgas pengamanan wilayah dengan Satgas Amole sedang melakukan penyelidikan," kata Marlianto. 


Kapolres Marlianto memastikan akan melakukan tindakan penegakan hukum apabila bocornya pipa tersebut sengaja dilakukan oleh oknum tertentu. 


"Kalau memang itu benar (pemotongan pipa) maka kita akan cari pelakunya. Seperti yang sudah-sudah, kita akan proses sesuai hukum yang berlaku," tandasnya.


Juru Bicara PT. Freeport Indonesia Riza Pratama belum memberikan keterangan ketika dikonfirmasi Seputar Papua, Selasa siang. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan