Pengemudi Pick Up di Mimika Tewas Setelah Terjun ke Kali

Minggu, 07 Jul 2019 18:29 WIT
MASUK KALI - Mobil pick up masuk ke kali di Pomako setelah hilang keseimbangan. (Foto: Lantas Polres Mimika/SP)

TIMIKA | Nasib naas dialami Sarifudin (45), sopir Suzuki Carry 1,5. Mobil pick up warna putih yang dikemudikannya itu terjun ke kali di Jalan Poros Poumako, tepat sebelum jembatan LPMAK, Mimika, Papua, Sabtu (6/7) kemarin.

Selain Sarifudin, juga terdapat 10 penumpang lainnya yang mengalami luka-luka, yakni Zulkifli mengalami patah pada tangan kanan, Aris Munandar mengalami luka pada kaki kiri, Edi Wirawan mengalami luka robek dagu dan bahu.

Kemudian Robyansyah mengalami luka-luka lecet tangan, Viky Firman  mengalami luka-luka lecet pada kaki, Ahmad Yani mengalami cedera pada leher, Wahyudin mengalami patah tangan kiri.

Sedangkan Topilus Rohit Tutuala mengalami luka robek pada kepala, Iwan mengalami shock, dan Lisna mengalami luka-luka lecet dan robek pada bagian tengah jidat dekat ubun-ubun.

Kasat Lantas Polres Mimika, AKP Rudi Indra Wibowo mengatakan, kecelakaan ini berawal saat pengemudi mobil pick up warna putih bernomor polisi L 9533 NL berpenumpang 10 orang dan membawa muatan barang, datang dari arah pelabuhan Poumako tujuan Mapurujaya.

Setibanya di dekat jembatan LPMAK Poumako 2, pengemudi berusaha mendahului kendaraan pick up lainnya di depannya. Namun ketika hendak mendahului, kendaraan tersebut oleng ke kiri dan kanan. 

"Karena tidak dapat mengendalikan keseimbangan, sopirpun membanting setir ke kiri hingga keluar badan jalan masuk kedalam sungai," kata Kasat Lantas melalui pesan instan yang diterima seputarpapua.com, Minggu (7/7).

Kata dia, dari kejadian tersebut, seluruh penumpang ikut terjatuh dan mengalami luka-luka, kemudian dievakuasi oleh warga ke RSUD Mimika untuk mendapatkan perawatan medis. 

"Dari kejadian tersebut, kami simpulkan bahwa ini merupakan  kecelakaan lalu lintas tunggal, dikarenakan hilang keseimbangan saat mendahului kendaraan lain di depannya," kata dia. 

Menurut Indra, kelalaian tersebut melanggar Pasal 310 ayat (2), (3) dan (4), Pasal 281 jo pasal 77 ayat (1) dan pasal 303 jo pasal 137 ayat (4) huruf a, b dan c UU No 22 tahun 2009 tentang LLAJ.

Atas kejadian ini, Indra turut berduka cita. Namun diingatkan, bahwa secara aturan penggunaan mobil pick up hanya untuk mengangkut barang, tidak diperuntukkan mengangkut orang kecuali hal-hal tertentu yang diatur dalam UU No 22 tahun 2009 tentang LLAJ.

Ketentuan pidana tentang pelanggaran mobil bak terbuka ini telah diatur dalam Pasal 303 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang berbunyi: 

“Setiap orang yang mengemudikan mobil barang untuk mengangkut orang kecuali dengan alasan sebagaimana dimaksud dalam dalam pasal 137 ayat (4) huruf a, huruf b, dan huruf c dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000. (mkr/SP)

Kategori:
Bagikan