TMMD 2019 Kodim Mimika Dibuka, Masyarakat: Terima Kasih TNI

Rabu, 10 Jul 2019 17:39 WIT
SERAHKAN - Wakil Bupati Mimika Yohanes Bassang ketika akan menyerahkan secara simbolis alat kerja kepada seorang prajurit TNI yang terlibat dalam kegiatan TMMD, Rabu (10/7). (Foto: Sevianto Pakiding/SP)

TIMIKA | Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-105 tahun 2019 Kodim 1710/Mimika, Papua resmi dibuka, Rabu (10/7), disambut antusias dan apresiasi masyarakat setempat. 

Pembukaan TMMD oleh Wakil Bupati Mimika Yohanis Bassang dalam upacara di Kampung Mandiri Jaya, Distrik Wania, ditandai dengan penyerahan secara simbolis alat kerja kepada perwakilan prajurit dan warga masyarakat. 

Usai upacara yang diikuti sekitar 500an personel dari berbagai pihak bersama masyarakat, Yohanis Bassang langsung meninjau salah satu sasaran kegiatan TMMD yaitu jembatan penghubung di Kampung Mandiri Jaya. 

Wabup Bassang mengatakan, kegiatan ini tidak hanya membangun kampung secara fisik, tetapi juga menciptakan kemanunggalan atau kebersamaan dan kekompakan antara TNI, pemerintah, dan masyarakat. 

"Jika di dalamnya ada kebersamaan dan kekompakan, maka tentu saja masyarakat merasa turut memiliki atau sense of belong, dari hasil pembangunan yang dilaksanakan," ujarnya. 

​​​​​Baca Juga: Meski Diguyur Hujan, Upacara HUT Bhayangkara ke-73 di Mimika Berjalan Lancar

Menurut Bassang, TMMD merupakan bagian dari akselerasi percepatan pembangunan di daerah, apalagi langsung menyasar kebutuhan dasar warga yang paling mendesak di suatu kampung/desa. 

"Bayangkan kalau satu kegiatan bisa melibatkan sampai lebih dari 100 personel TNI. Sangat luarbiasa, hasilnya juga nyata dirasakan masyarakat," tutur Bassang.

Ia berharap, Kampung Mandiri Jaya yang dihuni mayoritas warga asli Papua asal pegunungan, dikenal sangat rukun dan damai, dapat menjadi pilot project bagi kampung lainnya di Mimika. 

"Apalagi dengan kehadiran TMMD ini, saya yakin kampung Mandiri Jaya akan semakin maju. Perlu ditingkatkan anggaran TMMD dari pemerintah ke depan biar jangkauan lebih luas. Kalau sekarang Rp1,2 miliar, mungkin bisa ke depan Rp4-5 miliar," tukasnya.

Terima Kasih TNI dan Pemerintah 

Tokoh Masyarakat sekaligus perintis Kampung Mandiri Jaya, Elias Mirib, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Mimika yang mendukung TMMD, terlebih khusus kepada TNI yang melaksanakan kegiatan tersebut. 

"Ini luarbiasa, kami hanya bisa menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan TNI sebagai bapak dan mama bagi seluruh masyarakat Mandiri Jaya," tutur Elias penuh haru. 

Menurut Elias, program TMMD sangat terbukti membangun berbagai kebutuhan masyarakat di kampung-kampung. Walaupun nilai kegiatan ini kecil, tetapi hasilnya terlihat dan benar-benar nyata bagi masyarakat. 

"Saya rasa kalau program lain dari dinas tidak pernah kami rasakan. Selama 14 tahun kami di sini, belum ada yang menyentuh kami masyarakat," ungkap dia. 

Anggota Komisi C DPRD Mimika ini menambahkan, berbagai kegiatan fisik yang dikerjakan TNI dalam program TMMD 2019 merupakan usulan langsung dari masyarakat Mandiri Jaya. 

"Saya rasa usulan dari masyarakat itu paling dibutuhkan saat ini. Kemudian ditindak lanjuti Babinsa Kodim 1710 Mimika di Kamoro Jaya dan Mandiri Jaya, ini luarbiasa perjuangannya sehingga kegiatan boleh ada di sini," katanya.

Serbuan Teritorial

Komandan Kodim 1710/Mimika Letnan Kolonel Inf Pio L. Nainggolan mengatakan, TMMD dilaksanakan guna meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah, serbuan teritorial, mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh, dan meningkatkan kemanunggalan TNI dan rakyat. 

Kegiatan TMMD 2019 akan berlangsung selama 30 hari serentak oleh 50 Kodim di seluruh Indonesia, dan akan berakhir pada 8 Agustus. Sebelumnya sejak 2 Juli sudah diawali dengan kegiatan pra TMMD hingga pembukaan 10 Juli. 

Dandim Pio Nainggolan memaparkan, kegiatan TMMD antaralain sasaran fisik meliputi penimbunan jalan poros kampung - kawasan perkebunan masyarakat sepanjang 1.015 meter dengan lebar 8 meter. 

Kemudian, pembangunan kamar mandi dan MCK umum 3 unit, dilengkapi dengan sumur bor dan bak penampungan air 3 unit, serta pembangunan 2 unit jembatan penghubung. 

Sedangkan sasaran non fisik meliputi bidang mental spiritual keagamaan,  penyuluhan pertanian, peternakan, perkebunan, KB-Kesehatan, wawasan kebangsaan cinta tanah air, pemutaran film perjuangan, penyuluhan HIV/AIDS, Miras dan Narkoba. 

"Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat Kampung Mandiri Jaya. Di sini ada sekitar 900 jiwa dari sekitar 350 KK, yang seluruhnya masyarakat dari wilayah pegunungan Papua," kata Dandim.

Adapun 150 personel dilibatkan dalam kegiatan ini, didukung anggaran dari Mabes TNI AD sebesar Rp362,5 juta dan Pemkab Mimika sebesar Rp1,2 miliar. (rum/SP)

 

Reporter: Sevianto Pakiding

Editor: IPA

 

 

Kategori:
Bagikan