Bakar Batu Eratkan Kebersamaan TNI dan Rakyat di Papua

Rabu, 10 Jul 2019 23:43 WIT
BAKAR BATU - Acara bakar batu di Kampung Mandiri Jaya pada pembukaan TMMD ke-105 tahun 2019 di wilayah teritorial Kodim 1710/Mimika.(Foto: Istimewa/SP)

TIMIKA | Pembukaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-105 di wilayah Kodim 1710/Mimika, Rabu (10/7), diwarnai upacara adat bakar batu oleh masyarakat Papua. 

Bakar batu, ritual memasak bersama-sama menggunakan batu yang panas membara lalu ditanam dalam tanah, melambangkan syukur dan doa sebelum dan atau setelah melaksanakan sebuah kegiatan.

Tradisi unik oleh masyarakat di wilayah pegunungan Papua tersebut, secara khusus mengeratkan kebersamaan TNI dan rakyat ketika mengawali kegiatan TMMD 2019 di Kampung Mandiri Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika.

Melalui prosesi adat bakar batu, nampak bagaimana kedekatan dan kekompakan prajurit TNI dengan masyarakat di wilayah paling timur Indonesia itu. Mereka makan bersama, tanpa ada sekat persaudaraan di tengah suku bangsa yang berbeda-beda.

​​​​​​Baca Juga: TMMD 2019 Kodim Mimika Dibuka, Masyarakat: Terima Kasih TNI

Komandan Kodim 1710/Mimika Letnan Kolonel Inf Pio L. Nainggolan selaku Komandan Satgas TMMD di wilayah Mimika, menyumbang empat ekor babi kepada masyarakat untuk acara bakar batu tersebut. 

Dandim Pio Nainggolan mendukung acara bakar batu dengan harapan kegiatan TMMD senantiasa diberi kelancaran, tak luput menuai apresiasi atas penghargaan terhadap tradisi budaya masyarakat Papua. 

"Saya pun juga sangat mengapresiasi apa yang menjadi keinginan warga untuk mengadakan acara adat bakar batu, sebagai doa supaya dalam pelaksanaan TMMD tahun ini dapat berjalan dengan lancar," tutur Dandim di sela-sela acara. 

Di samping itu, Dandim merasa beruntung bisa terlibat langsung dalam kegiatan pembangunan bagi masyarakat, khususnya di Kampung Mandiri Jaya yang diharapkan menjadi pilot project bagi kampung lainnya di Mimika. 

Mandiri Jaya, adalah salah satu kampung di sudut Kota Timika dengan luas sekitar 3 Km persegi. Kampung ini dihuni 944 jiwa dari 350 kepala keluarga, mereka mayoritas warga asli Papua asal pegunungan. 

Kampung ini dirintis pada sekitar tahun 2007 oleh seorang tokoh masyarakat asal Kabupaten Nduga, Elias Mirib. Ketika itu, Elias mengajak beberapa warga keluar dari Kwamki Narama, wilayah yang pada masa itu selalu diwarnai perang suku.

Uniknya, warga yang masuk di kampung Mandiri Jaya harus mematuhi sebuah kesepakatan yang dibuat bersama. Salah satu kesepakatan itu, apabila ada warga yang ditemukan mabuk mengkonsumsi minuman beralkohol, maka akan dipukuli bersama-sama lalu diusir dari kampung itu. 

Kesepakatan itu pun membuahkan hasil. Hingga kini, Mandiri Jaya tercatat sebagai salah satu kampung teraman yang dihuni mayoritas masyarakat Papua di Mimika. Kampung ini pun dilirik pemerintah daerah untuk dijadikan pilot project bagi kampung lainnya di Mimika.

Selaku perintis Mandiri Jaya, Elias tentu saja bangga. Terlebih lagi, kampung mereka dipilih untuk pelaksanaan TMMD 2019, program TNI AD untuk meningkatkan akselerasi dan percepatan pembangunan di daerah. 

"Ini luarbiasa, kami hanya bisa menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan TNI sebagai bapak dan mama bagi seluruh masyarakat Mandiri Jaya," tutur Elias penuh haru. 

Adapun kegiatan TMMD 2019 Kodim 1710/Mimika meliputi sasaran fisik berupa penimbunan jalan poros kampung - kawasan perkebunan warga sepanjang 1.015 meter dengan lebar 8 meter. 

Kemudian, pembangunan kamar mandi dan MCK umum 3 unit, dilengkapi dengan sumur bor dan bak penampungan air 3 unit, serta pembangunan 2 unit jembatan beton penghubung masing-masing 7,5 meter x 8 meter dan 8 meter x 3,5 meter.

Sedangkan sasaran non fisik meliputi bidang mental spiritual keagamaan,  penyuluhan pertanian, peternakan, perkebunan, KB-Kesehatan, wawasan kebangsaan cinta tanah air, pemutaran film perjuangan, penyuluhan HIV/AIDS, Miras dan Narkoba. 

Sekutar 150 personel gabungan TNI, Polisi, Pemda dan warga dilibatkan dalam kegiatan ini, didukung anggaran dari Mabes TNI AD sebesar Rp362,5 juta dan Pemkab Mimika sebesar Rp1,2 miliar. 

"Walaupun nilai kegiatan ini kecil, tetapi hasilnya terlihat dan benar-benar nyata bagi masyarakat," turur Elias Mirib. (rum/SP)

 

Reporter: Sevianto Pakiding

Editor: IPA

 

 

Kategori:
Bagikan