Kasatlantas: Mobil 'Pick Up' Angkut Penumpang Didenda Rp250 Ribu

Kamis, 11 Jul 2019 21:37 WIT
Kasat Lantas Polres Mimika, AKP Indra Budi Wibowo. (Foto: Mujiono/SP)

TIMIKA | Kepala Satuan Laulintas (Kasat Lantas) Polres Mimika AKP Indra Budi Wibowo memberikan ketegasan kepada masyarakat, agar tidak menggunakan mobil 'pick up' atau bak terbuka untuk mengangkut penumpang.

“Kalau masih ada mobil pickup mengangkut penumpang, maka akan dikenakan sanksi Rp250 ribu,” kata Indra di Mimika, Kamis (11/7).

Ketegasan ini sesuai Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan. Dimana pada pasal 303 menerangkan bahwa Setiap orang yang mengemudikan mobil barang untuk mengangkut orang kecuali dengan alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137 ayat (4) huruf a, huruf b, dan huruf c dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Pasal 137 ayat (4) huruf a, huruf b, dan huruf c sendiri berbunyi “Mobil barang dilarang digunakan untuk angkutan orang, kecuali: a. rasio Kendaraan Bermotor untuk angkutan orang, kondisi geografis, dan prasarana jalan di provinsi/kabupaten/kota belum memadai; b. untuk pengerahan atau pelatihan Tentara Nasional Indonesia dan/atau Kepolisian Negara Republik Indonesia; atau c. kepentingan lain berdasarkan pertimbangan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau Pemerintah Daerah”.

“Ketegasan dan imbauan ini diberikan, karena banyak masyarakat yang menggunakan mobil pickup atau bak terbuka untuk membawa penumpang. Dan ini jadi perhatian kami, dikarenakan itu membahayakan keselamatan,” terangnya. 

Indra mencontohkan, seperti kejadian kecelakaan lalulintas tunggal yang terjadi belum lama ini. Dimana mobil pickup 1,5 berwarna putih dengan nomor polisi L 9533 NL tercebur di kali, Jalan Poros Pomako mengakibatkan satu orang meninggal dunia, serta 10 orang lainnya mengalami luka-luka.

“Dari kejadian tersebut, maka kami mengimbau kepada masyarakat, agar menggunakan kendaraan sesuai keperuntukkannya. Dalam arti kalau itu kendaraan itu untuk barang, jangan mengangkut penumpang,” tuturnya. (mkr/SP)

 

Reporter: Mujiono

Editor: IPA

 

 

Kategori:
Bagikan