Tingkatkan Kemampuan, Brimob Timika dan Basarnas Latihan Selam Bersama

Jumat, 12 Jul 2019 21:31 WIT
LATIHAN - Sejumlah personel Brimob dan Basarnas Timika latihan Selam bersama. Foto: Humas Brimob/SP

TIMIKA | Guna meningkatkan kemampuan menyelam, Batalyon B Pelopor, Brimob Polda Papua dan Basarnas Timika menggelar latihan bersama.  Latihan bersama ini dilaksanakan di Kolam Renang, Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua, Jumat (12/7). 

Kegiatan latihan ini diikuti sejumlah personel Brimob dan Basarnas yang memiliki kwalifikasi minimal Scuba Dasar Diving License, Open Water Bersertifikat.

Latihan ini disaksikan langsung Wadanyon B Pelopor Brimob Polda Papua, AKP Ramadhona dan Kapala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, Monce Brury. 

AKP Ramadhona dalam arahannya mengatakan, pada hakikatnya Diving License mirip seperti Driving License, alias Surat Izin Mengemudi (SIM). 

"Kalau sudah punya SIM, secara tak langsung anda dianggap sudah bisa menyetir kendaraan. Ini juga berarti anda mengetahui sedikitnya bagaimana cara menghidupkan mobil, perseneling berapa untuk medan seperti apa, juga cara memegang setir dan membelokkan kendaraan sesuai jalurnya," jelas AKP Ramadhona.

 

alt text

 

Oleh karena itu, lanjut AKP Ramadhona, Diving License sangat penting sebagai bukti kemampuan personel dalam melaksanakan tugas - tugas di lapangan, apalagi dalam upaya pencarian dan pertolongan khususnya di air. 

"Untuk mendapat Diving License, personil harus mengikuti program Sertifikasi Open Water alias Kursus Selam. Ini adalah rangkaian pelatihan untuk menjadi penyelam bersertifikat standar Internasional," pungkasnya. 

Menurutnya, ada beberapa macam jenis selam yaitu Skin Diving dan Scuba Diving, namun yang dilakukan kali ini adalah Scuba Diving karena ini menggunakan peralatan selam lengkap Scuba (Self Breating Underwater Breating Apparatus) yang umumnya dipakai untuk aktifitas penyelaman ilmiah (Scientific Diving), penyelaman komersial (Engginering Dive, Ship Salvage, Inspection & Repair) maupun penyelaman yang lakukan oleh Basarnas dan Rescuer Brimob Yon B Timika untuk aktifitas penyelamatan korban tengelam serta musibah perairan lainnya. 

Sementara itu, Kapala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, Monce Brury mengatakan, ada sejumlah lembaga yang mengeluarkan Diving License antara lain, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) yang berafiliasi dengan Confederation Mondiale des Activites Subawuatiques (CMAS) Italia, Technical Diving International & Scuba Diving International (TDI-SDI), dan National Association of Underwater Indstructors (NAUI). Namun, yang menjadi standar di dunia sekaligus yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah Association Diving Instructor (PADI).

"PADI lebih dulu masuk Indonesia, sehingga namanya lebih dikenal dan marketnya lebih banyak. Namun secara garis besar, lisensi dari semua institusi itu sama saja. Yang dipelajari juga sama, mencakup teori dan praktik langsung di kolam lalu di laut lepas," pungkasnya.

"Syarat utamanya adalah sehat jasmani, rohani, cukup umur, serta memiliki kemampuan dasar renang," jelasnya. 

Kata dia, kegiatan ini untuk refresh ulang dasar selam dengan tujuan untuk mengingat kembali teori maupun praktek dalam pelaksanaan menyelam, sehingga pada saat diperlukan sewaktu-waktu selalu siap. (Batt/SP)

Kategori:
Bagikan