Koperasi di Papua Disebut "Mati Suri" dan Usaha Peminjaman Uang Marak

Sabtu, 13 Jul 2019 00:15 WIT
Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Papua Socrates Aweri. (Foto: Antara)

JAYAPURA | Keberadaan koperasi di Papua saat ini tidak berkembang signifikan karena dari 3.275 unit usaha yang terdata hanya 1.810 yang aktif.

Dari 1.810 koperasi yang aktif hanya 274 yang melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT). “Memang benar koperasi di Papua ibarat 'mati suri' karena dari ribuan yang aktif hingga kini hanya 274 unit yang melaksanakan RAT,” kata Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi, UsahabqKecil dan Menengah Provinsi Papua Socrates Aweri kepada ANTARA di Jayapura, Jumat (12/7).

Dikatakan, tidak berkembangnya koperasi di Papua itu lebih disebabkan karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan modal.

Pada umumnya koperasi yang didirikan hanya untuk mencari bantuan dan setelah didapat koperasi tidak berjalan sementara uangnya plraib.

"Untuk mengembangkan koperasi di Papua perlu dilakukan penyuluhan sehingga keberadaan badan usaha itu dapat berkembang dan bermanfaat bagi anggota," kata Aweri seraya menambahkan, saat ini petugas lapangan dibidang koperasi hanya 10 orang yang kini bertugas di Sarmi, Keerom, Kota dan Kabupaten Jayapura.

 “Kami sangat membutuhkan petugas lapangan mengingat jumlah yang ada saat ini sangat terbatas sementara wilayah tugasnya luas,” harap Aweri.

Ketika ditanya tentang usaha peminjaman uang berkedok koperasi yang marak, Aweni mengaku pihaknya sudah pernah melakukan penertiban namun ada laporan muncul kembali.

Usaha peminjaman uang berkedok koperasi memang marak karena mereka langsung ke masyarakat sehingga diharapkan masyarakat tidak mudah terpancing untuk meminjam uang ke lembaga yang tidak berbadan hukum. 

"Adapun bidang usaha yang beroperasi di Papua didominasi koperasi simpan pinjam, konsumsi, perkebunan dan kehutanan, serta koperasi perikanan,"tambah Socrates Aweri.

 

Sumber: Antara

Editor: Misba

 

 

Kategori:
Bagikan