Isak Tangis Ribuan Umat Katolik Antar Jenazah Uskup Timika ke Bobaigo

Sabtu, 03 Agu 2019 20:36 WIT
BERDUKA | Umat Katolik seketika memadati kamar Jenazah RSMM Caritas Timika begitu mendengar kabar Uskup John Saklil telah berpulang. (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Ribuan umat Katolik mengantar jenazah Uskup Keuskupan Timika Mgr. John Philip Saklil, Pr ke Kantor Keuskupan Timika, Kompleks Rumah Transit Bobaigo, Jalan Cenderawasih Timika, Sabtu (3/8). 

Jenazah Uskup Saklil bertolak dari kamar jenazah Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Caritas Timika Pukul 17.10 WIT dengan iring-iringan panjang kendaraan ribuan umat.

Isak tangis umat pecah seakan tak merelahkan kepergian seorang tokoh besar paling disegani di Timika, begitu jenazah Uskup Saklil diangkat dari ruang jenazah ke dalam mobil ambulans. 

Ketua Unio Imam Projo Keuskupan Timika dan Papua Pater Dominikus Hodo, Pr ketika menyampaikan pengumuman mengatakan, jenazah Uskup Saklil rencananya akan disemayamkan di Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Minggu (4/8) besok. 

Pater Domi meminta seluruh umat Katolik di Timika agar mengikhlaskan peristiwa duka tersebut dan senantiasa mendoakan perjalanan suci Uskup John Saklil ke rumah Bapa di Surga.

"Seluruh umat harus menerima bahwa Tuhan lebih mencintai dia, kita mencintai Uskup tetapi Tuhan lebih mencintai dia," imbuh Pater Domi. 

Sebelum menghembuskan napas terakhir, Uskup Saklil sempat mendapatkan Sakramen Minyak Suci dari Pastor Paroki Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Pastor Amandus Rahadat Pr.

"Saya juga seperti tidak terima kenyataan, tapi mau bagaimana, inilah bentuk kecintaan Tuhan Allah. Tidak mungkin untuk dibantah. Ujung-ujung kita semua akan ke sana, hanya waktu dan cara yang berbeda," kata dia. 

Menurut Pater Domi, tim medis rumah sakit sempat memberikan pertolongan. Namun kondisi Uskup Saklil semakin kritis lalu dipindahkan ke ruang ICU, namun semua upaya tidak berhasil dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 14.10 WIT. 

"Saya saksi mata bagaimana ketika beliau menghembuskan napas terakhir. Uskup John tidak mau membuat orang susah. Karena itu, mungkin dengan cara begini, kaget-kaget beliau sudah tidak ada," katanya. 

Uskup John Saklil dilarikan ke RSMM Caritas Timika setelah sempat jatuh tak sadarkan diri di halaman Kantor Keuskupan Timika, Kompleks Rumah Transit Bobaigo.

"Seorang imam dari Keuskupan Agung Merauke bersama sopir bapak Uskup melihat Monsinyur (gelar kehormatan gerejawi) jatuh dan mereka lihat sudah tidur di lantai. Setelah itu, mereka bawa ke rumah sakit," kata Pater Domi.

Ia mengemukakan, Uskup Saklil memang memiliki riwayat penyakit  diabetes, namun selama ini tidak ada keluhan sama sekali. 

Uskup Saklil juga tiba kembali di Timika setelah menerima tugas baru dari Paus Fransiskus menjadi Administrator Apostolik di Keuskupan Agung Merauke pada 27 Juli 2019 lalu. 

"Beliau baru tiba dari Merauke, terpilih sebagai administrator untuk mengemban tugas Keuskupan Agung Merauke. Beliau sama-sama dengan Sekertaris KWI yang juga Uskup Keuskupan Bandung," katanya. 

"Beliau masih sehat-sehat saja, kemarin kami baru komunikasi melalui WhatsApp. Lalu saya dengan rombongan dari Italia masih sempat bertemu, salaman dan sebagainya," sambung Pater Domi. 

Mgr. John Philip Saklil lahir di Kokonao, Ibu Kota Distrik/Kecamatan Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Papua, Indonesia, 20 Maret 1960, meninggal dunia pada usia 59 tahun. 

Ia ditahbiskan menjadi imam diosesan Keuskupan Jayapura pada tanggal 23 Oktober1988. Bersamaan dengan pendirian Keuskupan Timika sebagai pemekaran dari Keuskupan Jayapura, Mgr. Saklil ditunjuk sebagai Uskup pertama Timika pada 19 Desember 2003. 

Ia menerima tahbisan dari Keuskupan Jayapura pada 18 April 2004 oleh Mgr Leo Laba Ladjar, OFM Uskup Jayapura sebagai pentahbis utama didampingi Uskup Agung Emeritus Merauke Mgr. Jacobus Duivenvoorde, MSC dan Uskup Agats Mgr. Aloysous Moerwito, OFM sebagai uskup pentahbis pendamping.

Uskup Saklil memilih moto "Parate viam Domini" yanfg merupakan suatu seruan kenabian, ditujukan kepada semua orang, terutama seluruh yang terlibat di Keuskupan Timika untuk bertobat, menyiapkan diri, membersihkan hati, supaya diselamatkan oleh Tuhan.

Mgr. Saklil terpilih menjadi Ketua Komisi Kepemudaan KWI (Konferensi Waligereja Indonesia) sejak 2009 hingga 2015. 

Pada 27 Juli 2019, Ia ditunjuk sebagai Administrator Apostolik Sede Plena bagi Keuskupan Agung Merauke, setelah pembebastugasan Mgr. Nicolaus Adi Seputra, MSC. 


Reporter: Sevianto Pakiding
Editor: Misba Latuapo

 

 

 

Kategori:
Bagikan