Polisi Militer Dalami Tiga Oknum TNI yang Diduga Jual Amunisi ke KKSB

Senin, 05 Agu 2019 15:12 WIT
Wakapendam XVII/Cenderawasih, Letnan Kolonel Inf Dax Sianturi (Foto: Antara)

TIMIKA | Polisi Militer Kodam XVII/Cenderawasih tengah mendalami dugaan keterlibatan tiga oknum anggota TNI di Mimika dalam praktek jual beli amunisi kepada kelompok bersenjata Papua.

Salah satu dari ketiga oknum anggota Kodim 1710/Mimika yakni Pratu DAF, ditangkap di Sorong, Papua Barat, pada Minggu (4/8), setelah sempat dinyatakan buron selama dua minggu. 

Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letnan Kolonel Inf Dax Sianturi, mengatakan Pratu DAF kini sementara ditahan di Sub Denpom XVII-1/ Sorong, Papua Barat. 

"Selanjutnya akan dibawa ke Pomdam XVII/Cenderawasih Jayapura untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Letkol Dax Sianturi ketika dikonfirmasi Seputarpapua, Senin (5/8).

Sementara dua oknum anggota TNI lainnya, Pratu M dan Pratu O, lebih dulu diamankan dan kini berada di Divisi Infanteri III/Kostrad Kariango yang bermarkas di Maros, Sulawesi Selatan.

Pomdam XVII/Cenderawasih masih sedang mendalami ketiga oknum anggota TNI tersebut yang diduga menjual amunisi kepada kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) yang kerap menembak aparat TNI dan Polri di Papua.

"Masih didalami (mereka diduga menjual amunusi kepada KKSB Papua)," kata Dax. 

Adapun Pratu DAF diburu setelah Satgas Nemangkawi menangkap tiga orang jaringan KKSB beserta 600 butir amunisi di depan Diana Shopping Center, Jalan Budi Utomo, Kota Timika, beberapa waktu lalu.

Pratu DAF ditetapkan DPO setelah kabur dari Timika sejak 24 Juli lalu menggunakan kapal perintis melalui Dobo, Maluku Tenggara, lalu melanjukan perjalannya ke Sorong, Papua Barat pada 28 Juli.

Ia kemudian ditangkap tim gabungan Intel Korem 181/PVT dan Unit Intel Kodim 1802/Sorong saat acara keduakaan di rumah kerabatnya di Kompleks Melati Raya.


Reporter: Sevianto
Editor: Aditra

 

 

Kategori:
Bagikan