Dewan Minta Satpol PP Mimika Tegas Tertibkan Lapak di Pasar Sentral

Dewan Minta Satpol PP Mimika Tegas Tertibkan Lapak di Pasar Sentral
PENJUAL IKAN | Lapak-lapak ikan yang dibangun di pinggiran jalan didalam lokasi Pasar Sentral Timika. (Foto: Anya Fatma)

TIMIKA | Anggota DPRD Kabupaten Mimika Johanes Felix Helyanan meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk tegas dalam pelaksanaan pembongkaran lapak-lapak penjualan ikan.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Mimika dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sedang gencar melakukan penataan Pasar Sentral Timika. Tidak terkecuali lapak-lapak untuk penjual ikan baik yang sudah berjualan lama di Pasar Sentral maupun pedagang yang direlokasi dari Eks Pasar Swadaya (pasar lama).

Di Pasar Sentral, Pemerintah telah menyediakan satu bangunan yang dikhususkan untuk penjualan ikan, ayam dan daging. Meski demikian, pedagang ikan sepertinya tidak puas dengan posisi lapak di bangunan tersebut.

Hal ini membuat mereka (penjual ikan) mencari tempat yang lebih strategis untuk menjajakan jualannya agar bisa laku terjual. Tidak tanggung-tanggung, lapak-lapak ikan dibangun di pinggiran Jalan Irigasi. Tidak hanya itu, ada juga yang berjualan di badan jalan di dalam lokasi Pasar.

"Itu sebenarnya siapa yang niat bikin tempat penjualan ikan di depan jalan? Inisiatif dari pedagang sendiri? Itu juga atas ijin siapa?" Kata Felix saat diwawancara di Timika, beberapa waktu lalu.

Tempat penjualan itu kata dia, sebenarnya merupakan tanggung jawab dari Disperindag. Letak lapak ikan menurutnya harus ada pembuangan untuk limbah dan air mengalir.

"Bukan nanti kesulitan air disitu terus ambi air parit atau air apa kan nanti jadi lebih rusak dan lebih jorok lagi," tuturnya.

Sehingga kata dia tempat berjualan tersebut sangat tidak layak karena tentu akan menggangu pengguna jalan.

"Pemerintah sudah sediakan lahan pasar kan di dalam, masa mau jualan ikan disitu lagi," tuturnya.

Dari pedagang ikan, diketahui, lokasi lapak yang dibangun tersebut merupakan tanah milik pribadi berinisial VK.

"Meskipun tempat mau sewa dari perorangan pun, itu bukan lokasi pasar ya tetap akan berbenturan dengan Satpol PP. Suka tidak suka nanti Satpol PP akan bongkar," katanya.

Pantauan Seputar Papua, beberapa waktu lalu Satpol PP telah melakukan pembongkaran lapak-lapak yang berada di badan jalan masuk Pasar Sentral. Akan tetapi lapak ikan tersebut tidak dibongkar.

"Mereka mungkin takut berbenturan dengan VK. Karena lahan itu kan milik VK yang mereka sewa, otomatis VK juga akan pertahankan dia punya itu untuk mereka berjualan," Jelasnya.

"Satpol PP harus tegas, masa mereka takut dengan perorangan?" Katanya tegas.

Beberapa waktu lalu, Seputar Papua juga berkesempatan mewawancarai pedagang ikan di lapak tersebut dan diakui bahwa mereka menyewa lokasi tersebut dari VK dan tidak mengetahui terkait ijin dari Disperindag.

"Kalau di dalam sana kita harus bayar mahal untuk dapat tempat, belum lagi nanti tempat di bagian belakang pasti tidak laku karena pembeli jarang masuk sampai ke dalam," kata salah satu pedagang yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara itu, menurut seorang pembeli, Yuli, berjualan ikan di depan jalan tentu mengganggu pengguna jalan raya. Akan tetapi, dirinya lebih memilih berbelanja di lokasi tersebut dibandingkan harus masuk ke dalam pasar.

"Dari pada masuk ke dalam lagi jauh dan jalan tidak bagus lebih baik kita beli disini saja," katanya.

Reporter : Anya Fatma
Editor: Batt

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.