Kapolda Papua Lepas Jenazah Brigadir Polisi Anumerta Hedar ke Makassar

Selasa, 13 Agu 2019 14:21 WIT
PELEPASAN | Pelepasan jenazah Brigadir Polisi (Anumerta) Hedar di Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa (13/8/19). (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Jenazah Brigadir Polisi (Anumerta) Hedar telah diterbangkan dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa (13/8). 

Jenazah Anggota Ditreskrimum Polda Papua yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Nemangkawi tersebut bertolak dari Bandara Mozes Kilangin melalui penerbangan pukul 13.00 WIT.

Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Albert Rodja, Pangdam XVII/Cenderawasih, Kepala Badan Intelijen Daerah Papua Brigjen TNI Abdul Haris Napoleon, dan Bupati Puncak Willem Wandik, hadir memberikan penghormatan terakhir. 

Irjen Rudolf Rodja mengatakan, Brigadir (Anum) Hedar dinyatakan gugur dalam tugas sehingga dianugerahi kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi. 

"Gugur saat sedang melaksanakan tugas. Dia dinaikkan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari Briptu ke Brigadir," kata Rodja usai melepas jenazah. 

Kapolda membenarkan bahwa korban gugur setelah sempat disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Uri, Kabupaten Puncak pada Senin (12/8) siang. 

"Ya, (KKB) yang melakukan itu. Sedang didalami (dari kelompok mana), sedang dilakukan pengejaran," katanya.

Pasca kejadian, Kapolda memastikan situasi di wilayah Kabupaten Puncak kondusif dan mengklaim belum ada penambahan pasukan maupun peningkatan status siaga satu di sana. 

"Situasi Nduga aman, Puncak aman. Tidak ada siaga satu, nanti malah itu membuat orang-orang takut. Gak ada seperti itu. Normal seperti biasa," ujar Rodja. 

Jenazah Brigadir Hedar akan dimakamkan di kampung halaman, Jalan Poros Pare-Pare, Kilometer 106, Desa Siawung, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. 

Peristiwa naas yang menimpa Brigadir Hedar berawal ketika Ia bersama rekannya Bripka Alfonso Wakum hendak melaksanakan tugas penyelidikan.

Keduanya berboncengan dengan sepeda motor menuju sebuah perkampungan di wilayah Kabupaten Puncak. 

Pada saat melintas di Kampung Usir, Brigadir Hedar dipanggil oleh seorang temannya. Bripka Alfonso yang mengendarai motor kemudian menghentikan kendaraan. 

Brigadir Hedar lalu menghampiri temannya tersebut dan berbincang-bincang. 

Tiba-tiba sekolompok orang diduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua, datang langsung membawa (menyandera) Briptu Heidar. 

Bripka Alfonso berhasil menyelamatkan diri dengan sepeda motor lalu melaporkan peristiwa tersebut ke Pos Polisi di Kago, Kabupaten Puncak. 

Brigadir Hedar kemudian ditemukan telah meninggal dunia sekitar pukul 17.30 WIT, tak jauh dari lokasi yang dilaporkan sempat terjadi penyanderaan.

Reporter: Sevianto
Editor: Misba Latuapo

 

 

Kategori:
Bagikan