Delegasi Teknis Rekomendasi Beberapa Syarat Mutlak Venue Atletik Mimika

Selasa, 20 Agu 2019 15:04 WIT
PENGUKURAN | Technical delegate PB PASI melakukan pengukuran lintasan arena Atletik di Mimika Sport Complex (MSC), Senin (19/8/19). (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Technical delegate (TD) atau delegasi teknis cabang olahraga Atletik, Senin (19/8), telah meninjau venue Mimika Sport Complex (MSC) untuk persiapan PON XX tahun 2020 mendatang. 

Dua TD Atletik merekomendasikan beberapa syarat mutlak sesuai standar perlombaan tingkat nasional, setelah meninjau venue MSC yang dibangun PT. Freeport Indonesia di Jalan Caritas, kompleks RSMM Timika.

Mereka adalah Umaryono selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) dan Dwi Priyono selaku Ketua Komisi Perlombaan dan Perwasitan PB PASI. 

Umaryono mengatakan, salah satu syarat mutlak adalah kualitas tempat pemanasan harus sama dengan arena perlombaan. Lintasan pemanasan yang ada saat ini, menurutnya, masih harus dibenahi. 

Lintasan lari untuk pemanasan sepanjang 400 meter dan lebar 5 meter itu, kata dia, untuk tingkat nasional tidak masalah meski idealnya harus sama dengan lintasan lomba sebanyak delapan lintasan. 

"Yang terpenting adalah lintasan yang masih berbahan gravel mutlak harus diganti dengan karet sintetis. Sehingga atlet akan merasakan larinya sama di tempat pemanasan maupun di tempat perlombaan," kata Umaryono.

Di tempat pemanasan juga mutlak harus ada arena Atletik nomor lempar (cakram, lembing, tolak peluru, lontar martil) pada area setengah lingkaran, dan juga arena lompat tinggi dan lompat jangkit. 

"Ini adalah persyaratan mutlak yang harus dipenuhi sesuai standar perlombaan atletik," katanya. 

Sementara itu, TD juga mewajibkan pembangunan ruang angkat beban di sisi selatan stadion utama, mengingat ruangan yang disiapkan di dalam area gedung utama dinilai cukup sempit. 

Menurut Dwi Priyono, ruang beban super lebar tersebut bisa dibuat sifatnya portable (sementara) yang hanya digunakan ketika perlombaan saja. 

"Itu harus karena atlet khususnya nomor lempar tetap harus berlatih beban untuk merangsang otot-otot mereka," kata dia. 

Kemudian, gudang portable juga harus dibangun untuk menyimpan peralatan yang ada di sekitar lintasan, seperti tiang jaring lempar cakram dan sebagainya. 

"Lintasan lari harus benar-benar bersih ketika perlombaan, semuanya harus masuk gudang dulu. Kecuali matras, memang tidak memungkinkan untuk dipindahkan karena cukup berat," katanya.

 

alt text

Pengukuran lintasan pada area pemanasan Atletik. (Foto: Sevianto/SP)

 

Paling penting, lanjut Priyono, adalah akses keluar masuk ke dalam arena utama. Pada pintu masuk dan pintu keluar harus ada akses ambulans untuk evakuasi ketika terjadi insiden di lapangan.

"Saat ini hanya terdapat satu pintu yaitu akses keluar. Harus ada pintu masuk dan pintu keluar. Di pintu keluar itu ada mickzone, tempat wawancara dan sebagainya," jelasnya. 

Secara keseluruhan, kondisi stadion Atletik di MSC sudah mencapai 80 persen dapat digunakan. Hanya saja beberapa point tersebut harus dilakukan penambahan sebagai standar untuk pelaksanaan PON. 

Sekretaris PB PON Papua Klaster Mimika Cessar Avianto Tunya mengatakan, kedatangan technical delegate ini sangat penting dalam memberikan masukan dan arahan guna kesiapan venue secara maksimal. 

"Salah satu kesuksesan kami dalam penyelenggaraan adalah menyangkut kesiapan venue yang tak terlepas dari bantua TD," kata Cessar yang juga Sekretaris Umum KONI Mimika. 

Di cabang olahraga Atletik terdapat 40 nomor lintasan dan lapangan termasuk dua nomor jalan raya maraton dan jalan cepat 20 Kilometer.  

Sekitar 350 atlet cabang olahraga Atletik termasuk Papua sebagai tuan rumah akan bertarung saat PON. Kualifikasi atlet PON sudah berlangsung sejak Januari dan berakhir Desember mendatang. 


Reporter: Sevianto
Editor: Misba Latuapo

 

Kategori:
Bagikan
Berita terkait

Olah Raga

PON XX Papua