Hotel Grand Mozza Timika Dirusak Massa

Rabu, 21 Agu 2019 17:58 WIT
PECAH | Pintu depan lobby Hotel Grand Mozza Timika pecah akibat lemparan batu puluhan massa. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Aksi unjuk rasa di Timika, Rabu (21/8) menolak rasisme menyebar luas.  Beberapa fasilitas umum dirusak, salah satunya Hotel Grand Mozza Timika yang terletak di Jalan Cenderawasih, Kawasan SP 2.

Kaca-kaca hotel dari lantai satu bagian loby dan restoran serta lantai lima hancur dilempar massa menggunakan batu. 

Aksi melempar Hotel Grand Mozza terjadi setelah ribuan massa bergerak ke Kawasan SP 2 dari Halaman Kantor DPRD Mimika, lokasi sebelumnya massa berkumpul  menyampaikan orasi. 

Di jalan, massa juga membakar dua unit sepeda motor yang parkir di kompleks Kantor BNN Mimika. 

Perwakilan Manajemen Amithya, (Grup Hotel Grand Mozza) Eko Yulianto mengatakan, sebelum kejadian pengrusakan terjadi aktifitas hotel masih berjalan normal. Para tamu sedang melakukan aktifitas di restoran dan melakukan pertemuan. 

Kata dia,  aksi pelemparan dilakukan puluhan massa yang sempat masuk ke halaman hotel. 

“Kondisi ini membuat beberapa tamu mengalami ketakutan, sehingga langsung kami evakuasi ke tempat aman. Serta melakukan koordinasi kepada lainnya sambil menunggu aparat datang,” kata Eko di Hotel.

Kata dia, aksi pelemparan dilakukan pada kaca hotel terekam cctv dan pelaku didominasi remaja. 

Selain kaca bagian depan dan samping, juga terdapat kerusakan pada pos security, neon box dan beberapa kaca mobil tamu yang parkir di luar terkena lemparan batu.

“Kurang lebih ada tujuh unit mobil tamu yang mengalami kerusakan. Saat ini kami masih melakukan pendataan terhadap kendaraan yang ada,” terangnya.

Saat ini pihaknya fokus memberikan rasa aman dan nyaman kepada para tamu serta melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut. 

“Pasca pengrusakan ini, kami tetap fokus pada kenyamanan dan keamanan para tamu. Karena itu hal wajib yang harus kami lakukan, selaku penyedia layanan hotel,” tuturnya.

Sementara Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto mengatakan, pihaknya meminta maaf atas pengrusakan yang terjadi di Hotel Grand Mozza dan lainnya di sepanjang SP2. Namun pihaknya sudah melakukan penangkapan terhadap 20 orang, dan sekarang sedang dilakukan proses penyidikan.

“Penghalauan massa ini dilakukan agar massa tidak merembet ke kota. Namun karena mereka lari ke SP 2, sehingga melakukan pengrusakan. Kami minta maaf atas kejadian tersebut,” tuturnya.

Penulis : Mujiono
Editor: Misba Latuapo

 

 

Kategori:
Bagikan