Mimika Bakal Catat Sejarah Lintasan Lari Maraton Terbaik

Sabtu, 24 Agu 2019 17:52 WIT
Umaryono, technical delegate Atletik yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia/PASI. (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Technical Delegate Cabang Olahraga Atletik menyebut Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, bakal mencatat sejarah lintasan lari maraton terbaik sepanjang sejarah Pekan Olahraga Nasional (PON) di Indonesia. 

Lari maraton jalan raya pada PON Papua tahun 2020 mendatang rencananya akan dihelat di Kuala Kencana, sebuah kota modern bergaya Eropa yang berada di tengah hutan belantara Papua. 

Kuala Kencana, adalah sebuah distrik/kecamatan yang berjarak sekitar 20 Kilometer dari Timika, pusat ibu kota Kabupaten Mimika. Kawasan ini dikelolah sepenuhnya oleh PT. Freeport Indonesia. 

Pada Senin (19/8), dua technical delegate Atletik, Umaryono (Wakil Ketua Bidang Organisasi PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia/PASI) dan Dwi Priyono (Ketua Komisi Perlombaan dan Perwasitan PB PASI) telah meninjau kawasan tersebut.

Umaryono mengaku tercengang begitu memasuki jalan raya Kuala Kencana yang dikitari rimbunnya pepohonan hutan hujan tropis, yang membuat kelembapan udara relatif sangat baik untuk standar lintasan maraton. 

"Kelembapan udara di Kuala Kencana cukup bagus, kemudian kerindangan pepohonan, di situ lah yang sangat memenuhi syarat," kata Umaryono. 

Ia juga menyebut, rute jalan raya Kuala Kencana yang rata, tertata, beraspal mulus, serta minim polusi kendaraan, sangat mendukung lomba lari jarak jauh dengan rute sepanjang 42,195 Kilometer tersebut. 

"Salah satu syaratnya adalah rute harus rata. Kemudian bebas dari semua aktivitas lalu lintas. Kuala Kencana sudah sangat memenuhi syarat soal itu," ujar Umaryono.

Menurut dia, bukan menjadi pekerjaan berat bagi penyelenggara untuk mengatur rute maraton dengan kondisi lingkungan Kuala Kencana yang sudah tertata secara sempurna. 

Start-finish rencananya memilih kawasan alun-alun Kuala Kencana, dengan sirkuit memutar 10 Kilometer bolak-balik guna efisiensi lokasi dan efisiensi pengamanan selama perlombaan. 

"Kenapa start-finish di alun-alun, itu tempatnya luas dan akses masyarakat di sana mudah, akses penonton lebih mudah karena tentu saja ini event yang akan dihadiri banyak masyarakat," katanya. 

Umaryono mengakui, selama 6 tahun menjadi technical delegate cabang olahraga Atletik, dirinya belum pernah menemukan arena lomba lari maraton sesempurnah Kuala Kencana. 

"Kami baru pertama kali menemukan tempat yang sangat bagus. Dari sisi sarana lokasi, itu menjadi tempat terbaik untuk pelaksanaan lomba maraton saat PON," ungkap Umaryono. 

Kuala Kencana, sebuah kawasan modern yang dibangun oleh PT. Freeport Indonesia secara terencana sehingga begitu presisi layaknya kota-kota di Eropa. Tak heran, jika memasuki area ini serasa tidak sedang berada di Indonesia. 

"Dan itu belum pernah ada sepanjang kami mengadakan PON. Saya sudah yang ke-6 kali ini menjadi technical delegate, belum pernah menemukan tempat sebagus ini," ujar Umaryono. 

Begitu memasuki kawasan ini, Anda akan disambut kesejukan hamparan rumput hijau di sisi kiri-kanan sepanjang jalan raya. Kota ini juga merupakan kawasan bebas sampah. 

Tidak hanya itu, Kuala Kencana adalah kota pertama di Indonesia yang memiliki sistem saluran air kotor yang disalurkan ke pusat pengelolaan limbah secara terpadu. Di samping itu, kota ini menerapkan sistem kabel listrik dan komunikasi bawah tanah. 

"Harapannya, dengan tempat terbaik itu, bisa mencapai prestasi terbaik dan rekor terpecahkan sebagai lintasan terbaik sepanjang PON," pungkas Umaryono. 


Reporter: Sevianto
Editor: Aditra

 

Kategori:
Bagikan
Berita terkait

Olah Raga

PON XX Papua