Pendulang Emas di Pedalaman Yahukimo Dikabarkan Tewas Diserang

Selasa, 03 Sep 2019 14:45 WIT
Letkol Inf Chandra Dianto (Foto: Antara)

JAYAPURA | Jajaran Kodim 1702/Jayawijaya tengah melakukan pengecekan informasi terkait adanya sejumlah pendulang emas tradisional di pedalaman Kabupaten Yahukimo dikabarkan tewas diserang.

Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Chandra Dianto mengatakan personel dari Koramil Yahukimo dan Koramil Pegunungan Bintang sedang mengecek kebenaran informasi tersebut.

"Karena lokasi pendulangan di Yahukimo itu ada beberapa titik. Ada yang di dekat perbatasan Kabupaten Pegunungan Bintang dan juga ada yang di perbatasan Kabupaten Asmat," kata Letkol Chandra Dianto ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Selasa (3/9). 

Menurut dia, personel di Koramil Pegunungan Bintang saat ini tengah menunggu warga atau pendulang yang dikabarkan selamat dari insiden penyerangan tersebut.

"Nah, ini personel di Pegunungan Bintang sedang menunggu warga yang datang ke Tanah Merah, Oksbil. Kami menunggu informasi pasti, karena lokasi yang dikabarkan masih simpang siur dan lokasinya cukup jauh," katanya.

Chandra juga mengatakan soal lokasi pendulangan di perbatasan Kabupaten Asmat, sebagaimana informasi yang beredar sudah ditangani oleh Polres Asmat.

"Personel dari Polres Asmat dipimpin kapolresnya sedang cek ke lokasi. Saya juga sudah berkoordinasi dengan Kapolres Yahukimo," katanya.

Secara umum, kata dia, situasi dan kondisi di Dekai, Kabupaten Yahukimo kondusif, tidak terpengaruh dengan situasi di daerah lain di Papua.

"Secara umum kondusif, warga masih beraktivitas seperti biasa," katanya.

Sebelumnya Kapolda Papua Irjen Rudolf Rodja membenarkan adanya laporan tentang beberapa orang pendulang emas di wilayah Kabupaten Yahukimo telah dianiaya dan dibunuh.

Namun, belum diketahui pasti berapa jumlahnya dan bagaimana nasib mereka karena lokasi pendulangan emas itu berada jauh dari ibu kota Kabupaten Yahukimo.

"Saya sudah mendapat laporan awal dari Kapolres Yahukimo dan Kapolres Asmat," ujar Irjen Rodja, di Jayapura, Senin malam.

Dia menyatakan, kedua polres akan mengirim tim untuk melakukan pengecekan karena diduga lokasi pendulangan berada di perbatasan.

"Mudah-mudahan tim dapat segera dikirim, sehingga dapat mengecek kebenaran informasi tersebut," katanya pula.


Sumber: Antara
Editor: Sevianto

 

 

Kategori:
Bagikan