TNI Kirim Helikopter Evakuasi Pendulang di Pedalaman Yahukimo

Rabu, 04 Sep 2019 21:24 WIT
Akses masuknya pendulang liar di wilayah terpencil Korowai, Papua. (Foto: Dok/Istimewa)

WAMENA | TNI mengirim helikopter ke Kabupaten Boven Digoel untuk memindahkan pendulang emas tradisional yang dilaporkan selamat dari pembantaian di sekitar perbatasan Kabupaten Yahukimo, Papua.

Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letnan Kolonel Infantri Candra Dianto mengatakan belum diketahui jumlah korban yang diduga dibantai oleh sekelompok orang di sana. 

"Helikopter ini yang akan melakukan evakuasi, pertolongan terhadap masyarakat yang masih ada di lokasi," katanya di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (4/9). 

Ia mengatakan, ada 273 warga pendatang yang takut dibantai di Yahukimo telah mengungsi ke Kabupaten Boven Digoel.

"Lima orang yang terkana luka bacok masih dirawat di RSUD Boven Digoel," kata Chandra. 

TNI masih terus menyisiri lokasi pembantaian. Jumlah pendatang yang mengungsi atau meninggalkan Yahukimo dilaporkan terus bertambah.

"Informasi baru ada tambahan 30 orang pengungsi yang berhasil menyelamatkan diri dari lokasi tambang. Sebagian belum menyeberang sungai karena perahu cepat terbatas jadi masih menunggu antrian," katanya.

Ia mengatakan personel dari Satuan Tugas 751, Brimob dan Pos Koramil Yahukimo telah didorong ke lokasi yang dilaporkan terjadi pembantaian.

Pada Selasa (3/9), kepolisian telah mengonfirmasi terdapat lima pendulang liar ditemukan tewas dengan luka bacok benda tajam dan anak panah. 

Lokasi pendulangan liar itu berada di pedalaman antara Kabupaten Yahukimo, Pegunungan Bintang, Asmat dan Boven Digoel berhasil dievakuasi ke Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digoel.


Sumber: Antara
Editor: Sevianto

 

Kategori:
Bagikan