Lima Petak Rumah di Timika Dilalap Api, Balita Nyaris Terpanggang

Kamis, 05 Sep 2019 13:57 WIT
KEBAKARAN | Petugas Damkar berupaya memadamkan api yang menghanguskan lima petak rumah kontrakan di Jakan Kartini ujung, Kota Timika, Kamis (5/9/19). (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Kebakaran menghanguskan lima petak rumah kontrakan di Jalan Kartini ujung, belakang SMK Petra Timika, Papua, Kamis (5/9) sekitar pukul 08.50 WIT pagi. 

Dua orang anak masing-masing berumur 3 tahun dan 6 tahun nyaris terpanggang dalam musibah kebakaran lima petak rumah kontrakan milik William Lolong tersebut. 

Keduanya berhasil diselamatkan warga sekitar ketika api mulai menjalar begitu cepat. Warga terpaksa mendobrak pintu yang terkunci setelah melihat seorang anak melambaikan tangan dari jendela. 

Ibu kedua anak itu, Desi, histeris begitu tiba di lokasi kejadian dan melihat api sudah berkobar di atas plafon rumah. Ia mengira kedua anaknya masih berada di dalam rumah. 

Ia sempat berusaha menerobos kobaran api dengan maksud menolong anaknya. Warga dan petugas pemadam kebakaran berusaha menahan aksi nekat Desi. 

Desi meninggalkan kedua anaknya dalam kondisi pintu terkunci untuk mengantar seorang anaknya ke sekolah. Ia pun tidak menyangka jika kedua buah hatinya telah diselamatkan warga sekitar. 

"Saya berusaha hubungi tetangga-tetangga begitu dapat informasi rumah kebakaran. Saya bilang tolong ada dua anak di dalam. Syukurlah bisa diselamatkan," kata Mega, anak pemilik rumah kontrakan. 

Mega mengatakan, empat dari lima petak rumah kontrakan tersebut berpenghuni. Namun hampir seluruhnya sedang keluar bekerja, hanya dua orang anak ditinggal ibunya.

"Satu petak saja yang kosong. Saya terima informasi dari tetangga kalau rumah sudah terbakar. Mereka juga langsung hubungi pemadam," katanya. 

Ia memprediksi kerugian bangunan akibat kebakaran itu mencapai Rp400 juta lebih. Belum termasuk harta benda seluruh penghuni yang mengisi empat petak rumah kontrakan. 

Salah satu korban, Zeth Sonny Awom, pengajar di SMA Negeri 6 Mimika. Sonny mendapat kabar musibah itu ketika sedang berada di Laboratorium Komputer sekolah. 

"Istri telpon rumah kebakaran, saya langsung ke sini diantar siswa pakai motor. Saya sementara kerja," kata dia. 

Seluruh harta benda termasuk barang-barang berharga seperti ijazah, SK, dokumen penting lain, serta seluruh perabot rumah habis. Tidak ada yang bisa diselamatkan.

"Istri waktu itu dalam kondisi panik juga. Katanya sumber api dari petakan yang ada AC. Istri juga panik sehingga tidak sempat selamatkan dokumen-dokumen penting di dalam," ujar Sonny. 

Kepala Sub Bagian Pemadam Kebakaran BPBD Mimika, Daniel Womsiwor, mengatakan enam unit kendaraan pemadam kebakaran berkapasitas 1.000 liter, 3.000 liter, 5.000 liter, dan 8.000 liter dikerahkan. 

"Laporan agak terlambat, kemudian kami juga terhalang oleh kendaraan di jalan yang tidak mengerti sirine darurat. Belum lagi warga memadati lokasi kejadian yang menyulitkan petugas," kata Womsiwor. 

Petugas, kata dia, dalam tindakan pertama berupaya menyelamatkan jiwa manusia. Beruntung seluruh penghuni rumah sudah keluar, termasuk dua orang anak sudah diselamatkan warga. 

Ia belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran itu. Namun, Ia sangat sarankan warga ketika keluar rumah, kompor dan semua perabot yang berhubungan dengan listrik harus dimatikan.

"Karena kalau kabelnya itu panas, kemudian meleleh maka memicu kebakaran," imbuh dia. 


Reporter: Sevianto
Editor: Aditra

 

 

Kategori:
Bagikan