Empat Jasad Diduga Pendulang di Yahukimo Ditemukan Hangus Terbakar

Sabtu, 07 Sep 2019 11:54 WIT
PENEMUAN JASAD | Polisi ketika menemukan jenazah yang sudah dalam keadaan hangus terbakar. (Foto: Capture Video/ Polres Asmat)

TIMIKA | Jajaran Polres Asmat menemukan empat jasad diduga pendulang emas yang menjadi korban pembantaian di Camp Kelapa 7, wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua, Jumat (6/9).

Jasad tersebut ditemukan di lokasi pendulangan dalam tumpukan bekas pembakaran. Kondisinya sudah hangus terbakar dan hanya menyisahkan tulang belulang. 

Keempat jasad itu ditemukan setelah 15 personel Polres Asmat dipimpin langsung Kapolres Asmat AKBP Andi Yoseph Enoch melakukan penyisiran sejak Selasa (3/9). 

Selain jasad tersebut, polisi juga menemukan 148 pendulang yang berhasil selamat dalam penyerangan itu. Mereka ditemukan bersembunyi di tengah hutan. 

AKBP Andi Yoseph Enoch mengatakan, jasad dan para pendulang selamat akan dievakuasi dari Kampung Mabul ke Agats, ibu kota Kabupaten Asmat menggunakan perahu mesin, Sabtu (7/9) hari ini. 

Perjalanan dari titik penjemputan di Kampung Mabul ke kota Agats diperkirakan akan memakan waktu sekitar 10 jam. 

"Jenazah dan pendulang selamat sudah dievakuasi ke kampung Mabul, Distrik Koroway Buluanop, Jumat (6/9) kemarin," kata AKBP Andi Yoseph ketika dikonfirmasi dari Timika, Jumat malam. 

Ratusan Pendulang Belum Dievakuasi

Sekitar 700 lebih pendulang emas di pedalaman antara Kabupaten Yahukimo, Pegunungan Bintang, Asmat dan Boven Digoel, belum dievakuasi pasca kabar pembantaian beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, penambang yang telah masuk di Posko Kemanusiaan Pemda, TNI dan Polri Kabupaten Boven Digoel sebanyak  537 orang hingga Jumat (6/9). 

"417 orang tiba pada hari Kamis (5/6) dan 120 orang tiba pada hari Jumat (6/9) secara bertahap dari pukul 00.15 WIT hingga pukul 15.00 WIT," kata Kamal dalam keterangan pers, Jumat. 

Dari 537 orang penambang yang berada di posko pengungsian, sebanyak 473 orang pengungsi telah diserahkan kepada pihak keluarga atau ketua kerukunan/paguyuban. 

"Sedangkan sisanya yakni 64 orang masih berada di Posko pengungsian dan 9 orang masih dalam perawatan medis di RSUD Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digoel," kata Kamal. 

Pada Jumat pagi, Kapolres Boven Digoel bersama Dandim melibatkan 4 personel gabungan menggunakan helikopter menuju ke Kawi, Kabupaten Pegunungan Bintang, tempat berkumpulnya para korban selamat.

Mereka membawa bahan makanan untuk diberikan kepada para korban. Diperkirakan para korban yang masih belum dievakuasi di sana sebanyak kurang lebih 700 orang. 

"Saat ini tim gabungan telah mengirimkan 10 longboat untuk melakukan evakuasi para korban dari daerah Kawi, dimana jarak dari Kabupaten Boven Digoel ke daerah Kawi  ditempuh selama 1 hari lebih," katanya. 

Kombes Kamal mengatakan, insiden pembantaian terjadi pada Minggu (1/9). Para pendulang yang berada di lokasi pendulangan di Kabupaten Yahukimo diserang oleh sekelompok masyarakat yang diperkirakan berjumlah 100 orang.

Sekelompok masyarakar tersebut mempersenjatai diri dengan busur panah, tombak dan parang. Mereka menyerang masyarakat pendatang asal berbagai daerah yang melakukan pendulangan di wilayah itu. 

"Akses untuk keluar dari lokasi dulang melewati darat ke Kabupaten Boven Digoel dan akses sungai menuju Kampung Mabul, Distrik Korowai Buluanok, Kabupaten Asmat," sebut Kamal. 

Adapun sejumlah pendulang kemudian ditemukan tewas. Kepolisian belum merilis update data korban tewas, setelah informasi awal disebutkan lima orang. 


Reporter: Sevianto
Editor: Aditra

 

Kategori:
Bagikan