Peternak Babi di Mimika Mendapatkan Pelatihan dari Binmas Noken Polri

Senin, 09 Sep 2019 18:34 WIT
SOSIALISASI | Binmas Noken yang menggandeng PT Lereng Lawu Lestari saat mengadakan sosialisasi dan pembinaan terhadap peternak babi. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Puluhan peternak babi di Mimika, Papua,  mendapatkan pelatihan pengembangan soal pakan ternak dari Binmas Noken Polri. 

Pelatihan diadakan di Pusat Pelatihan Binmas Noken Polri, spot Petrosea, Jalan Cenderawasih, Irigasi, Kota Timika, pada Senin (9/9).

Pada pelatihan tersebut Binmas Noken Polri yang bekerjasama dengan PT Lereng Lawu Lestari mengajarkan membuat pakan ternak dari bahan yang bisa didapatkan disekitar rumah, seperti daun-daunan, garam, dan gula merah (pengganti tetes tebu). 

Selain itu juga, para peternak diberikan pakan secara gratis.

Kepala Operasional Binmas Noken Polri, AKBP Bagiyo Hadi Kuswoyo mengatakan, Binmas Noken merupakan bagian dari Satgas Nemangkawi yang melakukan pendekatan secara kemanusiaan. 

Dengan harapan, kesejahteraan masyarakat Papua bisa meningkat, khususnya dari usaha peternakan babi.

"Ternak babi di Papua sangat penting sekali. Karena semua kegiatan, baik duka, syukuran, pesta adat selalu memotong babi. Sehingga, bisa dikatakan babi jadi hewan ternak idola di Papua," katanya. 

Dari itulah, kata dia, Binmas Noken sudah memberikan bantuan-bantuan pada tokoh-tokoh masyarakat dalam mengembangkan ternak babi. Serta pembinaan bagaimana usaha peternakan tersebut bisa berkembang.

Namun, masalah peternakan babi di Papua adalah pakan. Ini karena jaraknya jauh, yang membuat harganya tinggi, sehingga masyarakat merasa keberatan.

"Kami mencarikan suatu solusi, agar masyarakat bisa beternak baik dan memiliki kualitas bagus, dengan pakan yang murah. Dan kami sudah cari pabrik yang bisa suplai pakan berkualitas dengan harga terjangkau," ujarnya.

Selama ini Binmas Noken hanya menyediakan pakan untuk kebutuhan kandang babi yang dibuat Binmas Noken. 

Namun, terkadang peternak babi membutuhkan pakan, sehingga dijual dengan harga yang terjangkau. 

"Sebenarnya, kami hanya sediakan untuk kandang Binmas Noken, tapi kalau masyarakat butuh dijual dengan harga murah. Dan itu upaya-upaya kami membantu masyarakat," tuturnya.

"Untuk masalah harga pakan, kita jual harga dasar ditambah ongkos angkut. Misalnya di Jawa, harga per kilogram Rp7.000 dan ditambah ongkos angkut Rp1.000, sehingga hanya Rp8.000," tambahnya. 

Menurutnya, pakan ternak babi yang diberikan tidak asal diberikan saja. Tetapi, Binmas Noken juga memberikan sosialisasi, sehingga para peternak mengetahui bagaimana mengelola pakan dengan produk yang baru. 

Hasilnya, dengan menggunakan pakan sebelumnya dalam satu hari menghabiskan 100 kilogram. Namun dengan produk baru ini hanya mencapai 25 kilogram. Sehingga bisa lebih hemat dibandingkan sebelumnya.

"Jumat kemarin sudah kami coba. Dan terlihat, babi langsung tidur karena kekenyangan. Serta bau kotorannya tidak seberapa menyengat dibanding sebelumnya," katanya.

Ia menambahkan, Binmas Noken sendiri sudah melakukan pembinaan kepada 11 kabupaten, seperti Mimika, Wamena (Jayawijaya), Lanny Jaya, Puncak, Puncak Jaya, Nduga, Nabire, Paniai, Deiyai, Dogiyai, dan Yahukimo.

"Untuk pakan babi ini, kami masih fokuskan di Mimika. Karena ketersediaan transportasi yang ada. Sementara untuk 11 kabupaten lainnya, akan dilihat perkembangan kedepannya," ungkapnya.

Reporter: Mujiono
Editor: Aditra

 

Kategori:
Bagikan