Pemkab Mimika dan LPMAK akan Mendatangi Kota Studi Pelajar di Luar Papua

Selasa, 10 Sep 2019 20:52 WIT
PELAJAR | Para pelajar program beasiswa LPMAK saat mengikuti pertemuan yang dimediasi oleh Polres Mimika. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK) akan mendatangi kota studi tempat pelajar asal Mimika menempuh pendidikan. 

Hal ini dilakukan sebagai bentuk perhatian pemkab terhadap situasi yang berkembang saat ini pasca aksi rasisme terhadap mahasiswa Papua di Asrama Surabaya. 

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, mendatangi kota studi untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah dan TNI - Polri setempat agar dapat memberikan jaminan keamanan kepada para pelajar, sehingga mereka bisa bersekolah dengan baik.

Sebab, dengan pendidikan maka generasi muda bisa membangun daerah ini menjadi lebih baik lagi karena harapan ini yang semua pihak inginkan. 

“Kami Pemerintah Kabupaten Mimika dan TNI-Polri akan menjami keamanan. Karenanya, kami akan mendatangi tempat-tempat studi. Oleh itu, saya harap semua pelajar kembali ke tempat studi,” kata Jhon Rettob sapaan akrabnya saat pertemuan antara LPMAK, Pemda Mimika, para pelajar dan orang tua di MPCC, Selasa (10/9).

Wakil bupati juga mengingatkan kepada seluruh pelajar untuk tidak terpengaruh dan terprovokasi dengan berita bohong yang bisa menghancurkan masa depan. 

“Yang paling penting adalah jangan terpengaruh dengan isu provokatif, yang bisa menghancurkan masa depan. Serta berikanlah pikiran positif kepada semua bahwa orang-orang Papua bisa menjadi yang terbaik,” katanya. 

Sementara Eksekutif LPMAK Abraham Timang mengatakan, jumlah pelajar yang mendapatkan program beasiswa sebanyak 1.313 pelajar. 

Dari jumlah tersebut, sekitar 28 pelajar yang menempuh pendidikan di Lokon, Sulawesi Utara telah kembali ke Mimika. 

Terkait kepulangan pelajar tersebut, pihak LPMAK sudah turun langsung ke tempat studi di Lokon.

“Kurang lebih ada 28 orang yang kembali ke Mimika. Dan kepulangan mereka atas kehendak pribadi bukan lembaga,” kata Abraham di tempat yang sama.

Sementara terkait rencana bersama pemkab untuk ke kota studi melakukan koordinasi dengan pemerintah dan TNI - Polri setempat, akan didiskusikan secara teknis. 

“Kami mendukung, kalau pemda turun ke lapangan. Karena bisa langsung mendengar dan melihat yang terjadi di lapangan. Sekaligus, untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada para pelajar,” terangnya.

Reporter: Mujiono
Editor: Aditra

 

Kategori:
Bagikan