Antrean Panjang Kendaraan Kembali Terjadi di SPBU Timika

Rabu, 11 Sep 2019 10:43 WIT
ANTREAN | Truk saat melakukan pengisian BBM di SPBU Jalan Hasanuddin. (Foto: Anya Fatma)

TIMIKA | Antrean panjang kendaraan roda empat (truk) kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Timika, Papua.

Tampak di SPBU Jalan Hasanuddin, Timika kendaraan yang menggunakan bahan bakar jenis solar itu mengantri panjang mulai dari dalam area SPBU hingga ke Jalan raya.

Antrean ini terjadi hampir setiap hari di seluruh SPBU di Kota Timika sejak satu bulan lalu.

Penanggung jawab SPBU Jalan Hasanuddin, Ismail mengatakan, hal ini terjadi dikarenakan pengurangan kuota BBM jenis solar kepada setiap SPBU di Timika dari 16 KL menjadi 8 KL per hari.

"Ini antri setiap hari untuk solar dan sudah sejak bulan lalu," kata Ismail saat diwawancara di kantornya, Selasa (10/9).

Dijelaskan, sebelumnya ketika masih menerima kuota 16 KL, SPBU Hasanuddin bisa melayani kebutuhan masyarakat sampai malam hari, yang mana SPBU Hasanuddin buka 24 jam. Meski setiap harinya SPBU menerima pasokan, akan tetapi sejak  hanya 8 KL menurutnya tidak akan cukup untuk masyarakat.

Setiap harinya, 8 KL BBM jenis solar dimasukkan ke SPBU pada pukul 09.00 atau 10.00 WIT dan pada pukul 14.00 WIT sudah habis.

"Kalau sudah habis tidak dapat tambahan lagi, nanti tunggu pasokan besoknya," ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebelum BBM dari jober dimasukkan ke SPBU, kendaraan sudah mengantri panjang demi mendapatkan jatah pengisian BBM jenis solar. Lanjutnya, selama dikurangi, SPBU tidak lagi melayani pengisian dengan menggunakan jerigen.

"Kami tidak ada batasan pengisian untuk kendaraan yang mengisi BBM. Pemilik kendaraan juga tidak komplain ke apa solar cepat habis," tuturnya.

Sementara itu, Sales Executive Retail Pertamina Wilayah 2 Papua, Fajar Wasis menjelaskan, pengurangan kuota BBM bersubsidi di Timika dilakukan untuk menindaklanjuti pertemuan dengan BPH Migas, Pemda Mimika dan Pertamina yang digelar di Hotel Grand Mozza beberapa waktu lalu.

Katanya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika juga melakukan pertemuan dengan Pertamina pada 18 Juli dan hasilnya ialah pengaturan penyaluran premium dan solar atau biosolar untuk setiap SPBU maksimal 8 KL setiap harinya.

"Jadi itu pembatasan pengiriman BBM subsidi ke SPBU agar tidak terjadi over kuota," kataFajar ketika dihubungi melalui telepon selulernya.

Reporter : Anya Fatma
Editor: Batt

 

Kategori:
Bagikan