Polisi Kantongi Provokator Penyebab Pelajar Pulang ke Mimika

Rabu, 11 Sep 2019 18:42 WIT
PELAJAR | Para pelajar dari Yayasan Lokon, Manado, Sulawesi Utara yang pulang ke Mimika saat mengikuti pertemuan dengan LPMAK yang dimediasi oleh Polres Mimika. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Kepolisian Resor Mimika, Papua, telah mengantongi sejumlah nama yang diduga sebagai provokator penyebab puluhan pelajar dari Yayasan Lokon, Manado, Sulawesi Utara pulang ke Mimika.

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto mengatakan, masalah kepulangan puluhan pelajar sudah dilakukan mediasi oleh pihaknya dengan menghadirkan pelajar, orang tua, LPMAK selaku pemberi beasiswa, dan Pemkab Mimika.

Tujuan mediasi untuk mengetahui alasan puluhan pelajar dari Lokon ini pulang, sehingga bisa dicarikan solusi. Apalagi dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob.

“Pada pertemuan kami sampaikan kalau ada intimdasi maupun lainnya yang menyangkut keamanan untuk disampaikan. Karena kami akan tindak tegas oknum yang melakukannya. Tapi pada kegiatan tersebut, tidak tersampaikan," kata Kapolres di Kantor DPRD Mimika, Rabu (11/9).

“Dan pada pertemuan, Wabup bersama Forpimda berjanji akan turun langsung ke kota studi, untuk mengetahui langsung apa sebenarnya yang terjadi,” terangnya. 

Dari pertemuan tersebut, menurut Kapolres dapat disimpulkan bahwa kepulangan para pelajar ini karena termakan provokasi dan isu-isu sifatnya intimidatif yang memaksa mereka untuk pulang. 

“Yang dibalik layar ingin mengumpulkan mereka semua kumpul disuatu tempat, apakah kantor pemerintahan, DPRD, dan lainnya, tujuannya memancing masalah HAM. Sehingga muncul, catatan mosi tidak percaya kepada pemerintah bahwa tidak bisa menangani masalah tersebut,” katanya.

Kapolres menerangkan, apabila berkaca pada Timor-timor yang lepas dari NKRI, maka ada beberapa hal menyebabkan itu terjadi, yakni adanya keputusan mahkamah internasional yang mendapatkan masukan dari Dewan Keamanan PBB, berkaitan dengan pelanggaran HAM berat, genoside, intelektualitas (yang memiliki jaringan sampai ke luar negeri). Semua itu tentunya tidak diinginkan.

“Apa yang disampaikan Kapolri ini benar bahwa dibelakang ini semua ada UMLWP, AMP, dan KNPB,” ujarnya.

Menyangkut kepulangan pelajar dari Lokon ini, kata Kapolres, pihaknya sudah mengantongi nama-nama provokator. Dimana ada tiga nama, dan saat ini masih kuliah disalah satu universitas di Surabaya.

“Ada tiga orang yang kami kantongi. Satu asli Mimika dan dua lainnya dari daerah lain di Papua,” tuturnya.

Kapolres menambahkan, untuk para pelajar yang pulang ini Pemkab Mimika melalui Kepala Dinas Pendidikan, dan Kadis Pekerjaan Umum yang didukung TNI-Polri berupaya komunikasi dengan orang tua murid agar anaknya mau kembali. 

“Masalah transportasi, akan disiapkan Pemda Mimika dan TNI-Polri,” kata Kapolres.

Reporter: Mujiono
Editor: Aditra

 

Kategori:
Bagikan