Sikapi Keadaan Mahasiswa, Gubernur Bersama Bupati se-Papua akan Gelar Pertemuan

Rabu, 11 Sep 2019 19:32 WIT
Bupati Mimika, Eltinus Omaleng

TIMIKA | Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengatakan, Gubernur Papua Lukas Enembe akan menggelar pertemuan dengan seluruh bupati se-Papua guna menyikapi keadaan mahasiswa dan pelajar yang sedang mengemban ilmu di luar Papua. 

"Barusan saya dihubungi gubernur bahwa semua bupati yang ada di Provinsi Papua akan bertemu beliau untuk membahas persoalan mahasiswa serta pelajar Papua yang merasa tidak aman dan ingin kembali pulang," kata Eltinus saat ditemui di Hotel Grand Mozza, Rabu (11/9). 

Masalah tersebut menurut Eltinus perlu ditangani serius, sebab jumlah mahasiswa dan pelajar Papua yang melanjutkan studi di luar Papua ada sekitar 1.300 orang. 

"Dengan jumlah yang banyak itu jika seandainya mereka pulang lalu dimana akan kita tempatkan," katanya.

Menurut rencana, rapat tersebut akan berlangsung pada  Senin (16/9) di Jayapura. 

Eltinus menjelaskan, saat ini beredar informasi ketidaknyamanan mahasiswa Papua di luar pasca pelemparan ular di asrama mahasiswa Papua di Surabaya. 

"Katanya mereka disana itu dilempari dengan ular piton, namun itu juga kami belum pastikan kebenarannya," tuturnya. 

Eltinus menambahkan, masing-masing kabupaten juga akan membentuk tim untuk memantau kondisi mahasiswa dan pelajar di kota studi. 

Hal ini untuk memastikan apakah mereka merasa nyaman dan aman selama berada di kota studi. 

"Untuk memutuskan tindakan lebih lanjut  nanti akan dilihat setelah pertemuan dengan Gubernur dilakukan. 

Eltinus menambahkan, imbauan yang dikeluarkan olehnya merupakan tindakan yang sama dilakukan semua bupati di Papua.

Olehnya itu, diharapkan imbauan itu dapat dipatuhi seluruh mahasiswa maupun pelajar yang mengemban ilmu di luar tanah Papua. 

Keadaan mahasiswa dan pelajar asal Mimika sekarang ini dipengaruhi isu-isu hoaks, sehingga mereka kebanyakan takut untuk keluar asrama.

"Keadaan seperti inilah yang perlu tim kami ini turun untuk cek kebenarannya, karena untuk membeli makananpun katanya mereka takut," tuturnya.

"Kalau seandainya keadaannya begitu pemerintah pasti bisa bantu untuk makanan atau uang," pungkasnya. 

Reporter: Hadija Laisouw
Editor: Aditra 

 

 

Kategori:
Bagikan