seputarpapua.com

Wabup Mimika Minta Sapaan Amolongo dan Nimao Witimi Jadi Salam Pembuka

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Wabup Mimika Minta Sapaan Amolongo dan Nimao Witimi Jadi Salam Pembuka
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob

TIMIKA | Guna melestarikan kearifan lokal atau budaya masyarakat Amungme-Kamoro (Amor), Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob meminta kepada semua pihak bahwa setiap kegiatan harus diawali dengan ucapan ‘amolongo dan nimao witimi’.

“Pengucapan ini sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat Mimika, khususnya dua suku besar pemilik hak ulayat, yakni Suku Amungme dan Kamoro,” kata Wabup Mimika saat ditemui di DPRD, Kamis (12/9).

Wabup menjelaskan, ‘amolongo’ sendiri merupakan ucapan selamat dari bahasa Suku Amungme. Arti ‘amolongo’ sendiri adalah selamat kepada banyak orang (jamak). Sementara yang disapa menjawab ‘amole’ karena kepada satu orang atau tunggal. 

Sementara untuk ‘nimao witimi’ (selamat) berasal dari bahasa Suku Kamoro dan yang disapa menjawabnya ‘nimao’ (sayang atau kasih).

“Semua bisa bicara bahasa lain, tapi bahasa Mimika sendiri tidak tau. Padahal itu ucapan sederhana dan mudah,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, ucapan ini sebagai bentuk melestarikan kearifan lokal atau budaya masyarakat Amungme dan Kamoro yang tinggal di Mimika. Sehingga kita yang tinggal ini lebih mengenal merakyat dan mencintai daerah ini.

Lanjut John, ia sempat terkejut karena menemukan banyak yang tidak mengetahui arti dua sapaan tersebut. Padahal semua yang tinggal disini, untuk membangun masyarakat dua suku yang memiliki hak ulayat. Tetapi pada setiap kegiatan tidak menyapa dengan bahasa dari dua suku ini. 

“Disini saya tegaskan, mulai sekarang dua sapaan itu wajib diucapkan disetiap kegiatan, apakah itu dilakukan di pemerintahan, DPRD, TNI-Polri, dan lainnya,” ungkapnya.

Reporter : Mujiono
Editor: Batt

 

Berita Terkait
Baca Juga