Jual Sabu, Wanita Hamil di Timika Ditangkap Polisi

Jumat, 13 Sep 2019 13:35 WIT
SABU | Petugas saat menunjukkan barang bukti sabu yang dimilikinya oleh tiga orang tersangka. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Satuan Narkoba Polres Mimika, Provinsi Papua, Kamis (12/9) menangkap tiga orang pengguna, pengedar dan bandar narkoba jenis sabu. Salah satunya tersangka diketahui adalah seorang ibu yang sedang hamil delapan bulan.

Kasat Narkoba Polres Mimika, Iptu L Kordiali mengatakan, awal penangkapan terhadap tiga orang ini berawal dari laporan masyarakat bahwa di belakang Konro Jalan Yos Sudarso tepatnya jalur I sering terjadi transaksi sabu.

Dari informasi tersebut, sekitar pukul 15.00 WIT tim narkoba Polres Mimika melakukan penyelidikan.

"Hasilnya, petugas mengindikasi satu orang berinisial M. Kemudian yang bersangkutan kami geledah dan menemukan satu paket serbuk kristal yang diduga sabu di dalam bungkus rokok," kata Kordiali, Jumat (13/9) di ruang kerjanya.

Lanjut Kordiali, penyelidikan kemudian berlanjut. Dari keterangan M diperoleh informasi bahwa yang bersangkutan mendapat barang haram tersebut dari seorang berinisial E yang tinggal di Jalan Busiri, gang Mawar.

Polisipun mendatangi tempat tinggal E kemudian menggeledah yang bersangkutan dan ditemukan satu paket sabu yang disimpan di dalam tas.

"Tidak sampai disitu, kami terus menggeledah E dan kembali menemukan enam paket sabu siap jual. Ada juga timbangan digital, alat hisap, alat takar dan uang senilai Rp2 juta. Dimana uang tersebut adalah hasil transaksi yang baru saja dilakukan," terangnya.

Kordiali menambahkan, penyelidikan terus berlanjut, dari keterangan E diperoleh informasi bahwa paket sabu itu didapat dari seorang wanita berinisial FD yang tinggal di SP2. 

"Kami kemudian mendatangi kediaman FD. Ia merupakan seorang ibu rumah tangga yang kini sedang hamil 8 bulan. Dari tangan FD ditemukan 12 paket sabu siap edar," jelasnya. 

"Saat kami datang, FD sangat kooperatif. Tersangka langsung menunjukkan tempat disembunyikannya sabu yakni di dalam saku celana anaknya yang sedang dijemur," katanya.

Menurut FD paketan sabu tersebut didatangkan dari luar Papua dengan menggunakan jasa titipan barang.

"Jadi setiap transaksi, FD menunggu perintah dari pengendali. Penyerahan sabu dilakukan dengan melempar barang ke luar pagar, dan E selaku pemesan yang mengambil," terangnya.

Total sabu yang diperoleh dari tiga tersangka seberat 15 gram. Dengan rincian M sebanyak 0,38 gram, E sebanyak 5 gram, dan FD kurang lebih 10 gram.

Dari perbuatan tersebut, M dijerat dengan pasal 112 ayat 1, pasal 114 ayat 1, dan pas 127 ayat 1 Undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba. Sementara untuk tersangka berinisial E dan FD dikenakan pasal 144 ayat 2. Karena keduanya memiliki sabu lebih dari 5 gram.

Reporter : Mujiono
Editor: Batt

 

Kategori:
Bagikan