Tempat Penjualan Noken Harus Srategis Agar Mudah Dilirik Pembeli

Sabtu, 14 Sep 2019 00:45 WIT
Ilustrasi

TIMIKA | Tas tradisional masyarakat Papua atau yang disebut dengan noken harus memiliki tempat penjualan yang terbilang strategis, sehingga mudah dilirik pembeli.

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) beberapa waktu lalu telah melakukan penertiban, sehingga mama-mama Papua yang awalnya menjual noken pada pinggiran jalan telah dipindahkan ke Pasar Sentral.

Namun lokasi penjualan noken yang telah di tentukan di Pasar Sentral tersebut terbilang tidak strategis, sebab mereka di gabungkan dengan para penjual sayur, buah dan lainnya. Akibatnya, dagangan noken tersebut sepi pembeli. 

"Mereka sekarang memang terlihat sudah kembali berjualan di pinggiran jalan, namun hal itu karena pemerintah dalam hal ini Disperindag masih fokus untuk menata para pedagang sayur, buah, ikan dan lainnya dulu," kata Sekretaris Disperindag Kabupaten Mimika Inosensius Yoga Pribadi di Timika, Jumat (13/9). 

Katanya, setelah selesai menata pedagang sayur dan lainnya baru akan ditentukan tempat yang pas dan strategis untuk penjualan noken. 

"Karena kan sebenarnya untuk penjual kerajinan ini harus memiliki galeri tersendiri. Dari kelurahan juga sudah meminta agar diberikan tempat sendiri di pasar," jelas Yoga. 

Namun menurut Yoga, hal itu perlu kembali dipertimbangkan sehingga penjual noken ini harus ditempatkan di pinggiran jalan sehingga mereka mudah didatangi pembeli. 

"Kami juga berusaha agar penjual noken ini bisa ditempatkan di Timika Indah situ," imbuh Yoga. 

Hal itupun telah disampaikan kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika Bernadinus Songbes namun, harus menunggu sampai penataan Pasar Sentral selesai. 

"Kalau seandainya mereka ditempatkan di pasar itu kurang cocok, harus di tempat-tempat yang memang orang mudah temukan," kata Yoga. 

Terlihat juga pedagang moken sudah mulai  kembali dipinggiran jalan. Hal itu dikarenakan selain belum betul-betul ditentukan tempat penjualannya yang strategis, juga karena barang dagangannya di Pasar Sentral sepi peminat atau pembeli.

Reporter: Hadija Laisouw
Editor: Aditra

 

 

Kategori:
Bagikan