Wabup Mimika: Transportasi Urat Nadi Pembangunan

Selasa, 17 Sep 2019 16:36 WIT
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob

TIMIKA | Wakil Bupati Mimika, Provinsi Papua, Johannes Rettob mengatakan, transportasi merupakan urat nadi dari suatu pembangunan. 

Pernyataan ini disampaikan John saat ditemui di kantor pemerintahan Mimika, Senin (16/9). 

"Pembangunan semua bisa terjadi apabila ada transportasi dan juga komunikasi," tegas Wabup. 

Untuk itu lanjutan John, transportasi dan komunikasi tersebut menjadi target utama karena harus bisa menekan semua harga. 

Karenanya hal itu menjadi target Bupati dan Wakil Bupati "Kalau boleh kedepannya semua Distrik sampai dengan yang ada di pesisir pantai sudah harus terlayani secara perekonomian reguler" kata Jhon. 

"Apakah transportasi sungai yang harus kita utamakan ataukah bangun jalan, inilah yang sementara kita kaji dan akan buat master plannya karena ini konektifitas," tambahnya. 

"Konektifitas tersebut bisa membuat orang senang makanya sering orang katakan bahwa transportasi adalah urat nadinya pembangunan disegala bidang. Masyarakat juga enak, pegawaipun mereka kerja enak. Kalau mereka mau pergi saja susah lalu bagaimana selanjutnya, sehingga ini menjadi hal yang paling penting," tegasnya. 

Selain transportasi, komunikasi juga menjadi hal yang penting. Dulu komunikasi merupakan kebutuhan sekunder, tapi sekarang itu sudah menjadi kebutuhan primer bagi semua masyarakat dan siapapun itu. 

"Kedepan Mimika harus terang, Mimika harus terkoneksi baik melalui jalan maupun melalui komunikasi," ujarnya. 

Sehingga kata Jhon, jika hal itu sudah terjadi maka dengan sendirinya ekonomi masyarakat akan berkembang dengan sendirinya. 

"Kedepannya Pemerintah tidak boleh melihat Mimika hanya pada Distrik-distrik yang ada seputaran kota saja, karena Mimika itu ada pada ujung ke ujung," tegasnya.

Ditegaskan John, kedepannya untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus memiliki master plan. 

"Dinas-dinas harus punya master plan untuk tiga atau lima tahun kedepan dan setiap tahunnya itu targetnya apa. Sehingga inilah yang diharapkan agar master plan tersebut harus dipresentasikan," kata Jhon. 

Karena dinas harus buat rencana secara detailnya apa yang harus dia buat kedepannya, apakah ada pembebasan lahan atau perlu kajian lingkungan hidup. 

"Sehingga kedepannya tidak boleh lagi ada pekerjaan yang direncanakan tanpa adanya kajian-kajian," pungkasnya. 

Reporter: Hadija Laisouw
Editor: Batt

 

 

Kategori:
Bagikan