Hadirkan Ahli dari IPB, Binmas Noken Polri Ajarkan Tanam Ubi Madu Bagi Petani

Rabu, 18 Sep 2019 22:02 WIT
TANAM | Ahli dari IPB dan pihak Binmas Noken Polri saat mengajarkan cara menanam ubi madu kepada para petani. (Foto: Binmas Noken/SP)

TIMIKA | Binmas Noken Polri terus berupaya melakukan pemberdayaan kepada masyarakat. Salah satu yang dilakukan adalah mengajarkan menanam ubi madu kepada para petani serta pemberian bibit.

Kegiatan yang dipusatkan di Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, Mimika, Papua, Rabu (18/9) dihadiri oleh Kaposko Binmas Noken Polri, AKBP Bagyo, Kepala Dinas Pertanian Yuliana Paliling, dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (BPMK), Michael R Gomar.

Kaposko Binmas Noken Timika, AKBP Bagyo mengatakan, Binmas Noken Polri selalu berusaha untuk mendekatkan diri dengan masyarakat Papua. 

Untuk itu, melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat belajar dan mempraktekan cara penanaman ubi madu, serta pengolahan pasca panen. 

“Di kegiatan ini, kami hadirkan ahlinya langsung dari Institut Pertanian Bogor (IPB), yang memberikan materi mengenai penanaman ubi madu dan pengolahan pasca panen,” katanya. 

Sementara Kepala Dinas Pertanian Mimika, Yohana Paliling mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Binmas Noken Polri yang telah mengadakan kegiatan ini. 

Menurutnya, pihaknya sangat terbantu dalam memberikan sosialisasi kepada para petani.
 
“Terkait pasca panen dan pemasaran nanti, kami siap membantu. Karena kami memiliki toko yang menjual barang khas oleh-oleh Timika,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Michael R. Gomar mengatakan, sosialisasi dari Binmas Noken ini memiliki dampak yang sangat besar bagi masyarakat Timika.
 
Apalagi bagi kelompok tani dalam persiapan dalam menyambut Pesparawi dan PON 2020 nanti.

“Kegiatan Binmas Noken sudah terbukti. Karena bukan hanya disini, melainkan di pegunung tengah di Papua dan sangat bermanfaat bagi Masyarakat Papua,” katanya. 

Sementara Ahli dari IPB, Feri Handika mengatakan, semua batang ubi jika ditanam akan tumbuh. 

Namun dalam kesempatan ini, dirinya lebih cenderung mengambil batang yang paling atas.

Ini dikarenakan, kalau menggunakan batang yang bawah kualitasnya kurang bagus, tumbuhnya lama, dan terkadang layu. 

“Sebaliknya kalau batang yang muda atau paling atas memiliki kualitas yang bagus, cepat tumbuh, dan hasilnyapun tentunya bagus,” katanya. 

Ia juga menerangkan, tanaman ubi juga harus  dirawat dan pelihara dengan cara memberikan obat-obatan dan vitamin. Ini karena, kalau sampai hama menyerang, maka akan membuat tanaman tidak bisa tumbuh dan rusak.

Hama yang sering menyerang adalah kumbang silas. Dan biasanya muncul dipangkal bawah tanaman ubi, dengan ciri-ciri memiliki warna putih. 

Oleh itu, jika melihat gejala-gejala tersebut, maka harus dipotong karena sudah tidak bisa tumbuh lagi.

“Cara mencegah hama ini adalah sering membalik tanaman. Sehingga pangkal ubinya terkena cahaya matahari dan hamapun pergi. Dan apabila sudah panen, untuk dilakukan segera. Agar kumbang tidak menyerang lagi. Yang terakhir adalah, pasca panen penanaman tidak ditempat yang sama,” terangnya.

Selain memberikan penjelasan cara panen, pihak IPB juga mempraktekkan cara menanam dan perawatan ubi madu. 

Reporter: Mujiono
Editor: Aditra

 

Kategori:
Bagikan