Ratusan Pengungsi Wamena Dievakuasi ke Timika

Selasa, 01 Okt 2019 16:37 WIT
PENGUNGSI | Ratusan pengungsi dari Wamenasaat tiba di Bandara Mozes Kilangin, Timika. (Foto: Anya Fatma/SP)

TIMIKA | Sebanyak 211 warga kembali diungsikan dari Wamena ke Timika. Pengungsi tiba di Bandara Udara Mozes Kilangin sekitar pukul 14.40 WIT menggunakan Pesawat Hercules milik TNI.

Sebagian besar warga juga datang membawa anak-anaknya. Setelah tiba di bandara warga kemudian diangkut menggunakan sejumlah kendaraan roda empat milik Lanud Yohanis Kapiyau dan Baznas Mimika menuju Lanud Yohanis Kapiyau untuk kemudian dilakukan pendataan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setelah dilakukan pendataan oleh Lanud Yohanis Kapiyau, warga akan di serahkan kepada paguyuban masing-masing.

Seorang ibu sambil menggendong anaknya turun dari pesawat sambil menangis. Ia mengaku berasal dari Tanimbar, Maluku.

"Saya tidak ada keluarga di sini," katanya sambil menangis.

Seorang ibu lainnya, Mariana datang membawa dua orang keponakannya yang berusia 17 tahun dan lima tahun. Sedangkan suaminya masih berada di rumahnya di Belakang Lapangan Bola Wamena bersama satu orang anaknya yang berprofesi sebagai perawat.

Ibu yang bekerja sebagai guru di SD Inpres Kulitarik, Wamena ini, mengaku untuk sementara situasi terkini di Wamena sudah mulai kondusif.

"Sementara sudah aman, tapi kita masih takut," katanya.

Ia menceritakan, selama satu minggu terakhir keluarganya mengungsi di Koramil. Saat siang hari mereka pulang ke rumah untuk melakukan aktivitas seperti biasanya.

"Kalau siang kami pulang mandi masak. Malam kembali ke Koramil," ungkapnya.

Mariana tinggal di Wamena sejak tahun 1994 ini juga mengetahui kejadian di Wamena pada tahun 2000 dan membandingkannya dengan kejadian yang terjadi sekarang.

"Lebih parah yang sekarang," ujarnya.

"Kejadian pas hari Senin itu lagi upacara, selesai upacara orang datang jemput anaknya, kita juga tidak tahu kenap," katanya lagi.

Mariana berharap secepatnya situasi di Wamena bisa kembali aman seperti sediakala agar masyarakat bisa kembali untuk bekerja dan juga melanjutkan kehidupan seperti biasanya.

"Sekarang itu sekolah belum buka tapi kantor sudah mulai masuk. Masih banyak warga pendatang yang bertahan di sana," tuturnya.

Ia menambahkan, pada saat mereka akan terbang menuju Timika, di Bandara Wamena masih ada juga warga yang mau berangkat ke Jayapura.

Reporter : Anya Fatma
Editor: Misba Latuapo

Kategori:
Bagikan